MEDAN | GeberNews.com – Ketua Walet Reaksi Cepat (WRC) Sumatera Utara, Johan Merdeka, menyoroti kinerja Pemerintah Kota Medan yang telah berjalan sekitar satu setengah tahun.

Menurut Johan, dua persoalan utama yang masih menjadi keluhan warga Kota Medan, yakni banjir dan kemacetan, hingga kini belum sepenuhnya teratasi.
Hal tersebut disampaikannya melalui rilis dan poster yang beredar di media sosial, Rabu (10/9/2026).
“Setahun setengah Wali Kota Medan menjabat, persoalan banjir terus melanda dan kemacetan juga masih menjadi keluhan masyarakat. Ini harus segera ada langkah konkret dan solusi jangka panjang dari Pemko Medan,” ujar Johan.
Dalam poster yang disebarkan, WRC Sumut menampilkan foto kondisi banjir di sejumlah ruas jalan serta kepadatan lalu lintas di Kota Medan sebagai bentuk catatan terhadap kinerja pemerintahan Wali Kota Medan, Rico Waas.
Tak hanya menyoroti Wali Kota, Johan juga mempertanyakan kinerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Medan yang saat ini membawahi bidang PKPCKTR.
Menurutnya, pengerjaan drainase di sejumlah ruas jalan masih belum maksimal sehingga dinilai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banjir.
“Selain Wali Kota, yang harus dievaluasi juga adalah kinerja Kepala Dinas PUPR Medan. Pengerjaan drainase di beberapa titik masih belum maksimal. Kalau drainasenya buruk, ya banjir tidak akan selesai,” tegasnya.
Johan menegaskan, kritik tersebut disampaikan sebagai bentuk kontrol sosial dari masyarakat sipil agar pemerintah lebih serius dan fokus menangani persoalan dasar yang dihadapi warga.
“Kami dari WRC Sumut berharap Pemko Medan segera mengevaluasi dan mempercepat penanganan drainase, normalisasi sungai, serta rekayasa lalu lintas. Jangan sampai warga terus jadi korban banjir dan macet setiap tahun,” katanya.
Ia berharap Pemko Medan tidak hanya melakukan penanganan ketika banjir dan kemacetan terjadi, tetapi juga menyusun langkah jangka panjang agar persoalan tersebut dapat ditangani secara lebih menyeluruh.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Medan belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang disampaikan WRC Sumut.
(Red)






