

Medan | GeberNews.com – Sebanyak 700 muslimah yang tergabung dalam wadah Jihadatut Thoibah Walbarokah (JTW) memadati Masjid Asolihun Jalan Sehati, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan,
- Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (28/02/2026).
Kegiatan akbar bertema “Menyantuni Anak Yatim, Menguatkan Iman dan Ukhuwah Islamiyah” itu menjadi bukti nyata kuatnya kepedulian sosial kaum muslimah di Kota Medan.
Sejak pagi hari, ratusan jamaah telah memenuhi ruang utama masjid hingga ke serambi. Balutan busana muslim yang beragam warna menghadirkan suasana religius yang hangat, tertib, dan penuh kekhidmatan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, dilanjutkan tausiyah, doa bersama, serta prosesi santunan anak yatim yang berlangsung haru dan penuh makna.
Ketua Panitia, Ani menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin perwiritan, melainkan gerakan dakwah yang menyentuh dimensi spiritual sekaligus sosial.
“Perwiritan tidak boleh berhenti pada zikir dan kajian semata. Kami ingin menghadirkan gerakan yang memberi dampak langsung bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Ini bagian dari tanggung jawab moral dan keimanan kami,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran 700 jamaah menjadi cerminan soliditas dan semangat kebersamaan muslimah Kota Medan dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sementara itu, Sekretaris Panitia, Rosmaidah Siregar menilai peran ibu-ibu dalam aktivitas keagamaan dan sosial memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter keluarga dan generasi.
“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ketika ibu memiliki iman yang kuat, wawasan yang luas, serta kepedulian sosial yang tinggi, maka nilai-nilai itu akan tumbuh dalam keluarga. Dari keluarga yang kokoh, lahir generasi berakhlak dan masyarakat yang berdaya,” ungkapnya.
Dalam tausiyahnya, penceramah mengajak jamaah untuk terus menjaga istiqomah dalam beribadah, memperkuat kesabaran, serta memperluas kepedulian terhadap kaum dhuafa. Jamaah juga diingatkan agar menjaga persatuan umat dan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memecah belah.
Suasana semakin mengharukan saat santunan diserahkan langsung kepada anak-anak yatim. Doa bersama dipanjatkan untuk keberkahan dan kedamaian masyarakat Sumatera Utara, khususnya Kota Medan, agar senantiasa diberi ketenteraman dan persatuan.
Kegiatan berlangsung tertib dengan dukungan panitia dan relawan yang sigap mengatur jalannya acara. JTW menegaskan komitmennya untuk menjadikan santunan dan pembinaan keagamaan sebagai program berkelanjutan, sehingga dakwah tidak hanya menjadi seruan lisan, tetapi hadir dalam aksi nyata yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
(Dodi R. Sembiring)








