Mengabdi Tanpa Sekat, Drs. Reynold Pasaribu, M.A.P., Dari Ruang Kelas ke Garda Depan Kontrol Sosial

0
179

Medan | GeberNews.com — Mengabdi Tanpa Sekat, Drs. Reynold Pasaribu, M.A.P., Dari Ruang Kelas ke Garda Depan Kontrol Sosial bukan sekadar judul perjalanan hidup, melainkan penegasan sikap terhadap makna pengabdian itu sendiri. Ketika banyak orang menutup buku pengabdian bersamaan dengan masa pensiun, Reynold Pasaribu justru membukanya lebih lebar. Baginya, pensiun hanyalah batas administratif, bukan garis akhir tanggung jawab moral terhadap publik, kebenaran, dan keadilan sosial.

Perjalanan pengabdian itu dimulai sejak 1989, ketika Drs. Reynold Pasaribu, M.A.P. mengabdikan diri sebagai guru di SMP Negeri Kelapa Tinggi. Selama enam tahun hingga 1995, ia dikenal sebagai pendidik yang tegas dalam prinsip namun humanis dalam pendekatan. Disiplin tidak ia pahami sebagai alat penekan, melainkan fondasi pembentukan karakter. Pendidikan, baginya, adalah proses mencetak manusia yang beretika, berpikir kritis, dan bertanggung jawab secara sosial.

Integritas dan konsistensi tersebut mengantarkannya dipercaya sebagai Guru DPK di SMP Swasta Adhyaksa IV Medan pada periode 1995 hingga 1998. Kepercayaan itu dijalani bukan sekadar sebagai amanah jabatan, tetapi sebagai ruang pengabdian nilai. Ruang kelas ia jadikan medan pembentukan kejujuran, keberanian berpikir, dan semangat belajar yang berkelanjutan di tengah tantangan dunia pendidikan.

Puncak kepercayaan dalam dunia pendidikan diraih ketika ia ditunjuk sebagai Kepala Sekolah SMP Swasta Adhyaksa IV Medan pada tahun 1998 hingga 1999. Dalam peran tersebut, Drs. Reynold Pasaribu, M.A.P. tampil sebagai pemimpin yang tidak kompromi terhadap ketidakberesan. Profesionalisme, transparansi, dan mutu pendidikan ia tempatkan sebagai harga mati, seraya menyingkirkan kepentingan pribadi serta praktik-praktik yang berpotensi mencederai marwah pendidikan.

Karier pengabdian itu berlanjut ke ranah pengawasan. Pada periode 1999 hingga 2001, ia dipercaya menjabat sebagai Pengawas Pendidikan Menengah Umum. Posisi ini menuntut keberanian lebih besar, karena pengawasan berarti siap berhadapan dengan pelanggaran, penyimpangan, serta kepentingan-kepentingan tersembunyi. Pasca otonomi daerah, ia kembali dipercaya sebagai Pengawas SMP sejak 2001 hingga memasuki masa pensiun pada 2021.

Lebih dari dua dekade menjalankan fungsi pengawasan, Drs. Reynold Pasaribu, M.A.P. dikenal sebagai figur yang tegas dan konsisten. Ia tidak memberi ruang bagi praktik yang merusak marwah pendidikan. Baginya, pendidikan yang sehat hanya lahir dari sistem yang bersih, jujur, dan berorientasi pada masa depan generasi bangsa, bukan pada kepentingan sesaat.

Memasuki masa pensiun pada 2021, ia tidak memilih menjauh dari ruang publik. Sebaliknya, ia memasuki dunia yang menuntut keberanian lebih keras, yakni jurnalistik. Sejak 2021 hingga 2024, Drs. Reynold Pasaribu, M.A.P. aktif sebagai jurnalis di Media Tipikor News 7 Sumatera Utara, dengan fokus liputan pada isu hukum, transparansi, dan problem sosial yang kerap luput dari perhatian kekuasaan.

Kiprah tersebut berlanjut di Warta Tipikor Sumatera Utara selama satu tahun. Konsistensinya menjaga akurasi, keberimbangan, dan etika jurnalistik membuatnya kembali dipercaya sebagai Kepala Biro Sumatera Utara di Snipers News selama dua tahun. Jabatan ini menempatkannya di garis depan kerja jurnalistik yang sarat tekanan, namun ia tetap berdiri tegak pada prinsip independensi dan keberanian moral.

Saat ini, selain menjabat sebagai Kepala Perwakilan Wilayah Sumatera Utara di Media Gempur24.com, Drs. Reynold Pasaribu, M.A.P. juga aktif sebagai jurnalis GeberNews.com. Di media ini, ia dikenal membawa semangat kontrol sosial yang tajam, kritis, dan berpihak pada kepentingan publik, tanpa meninggalkan etika jurnalistik dan prinsip keberimbangan informasi.

Di luar dunia media, pengabdian sosialnya juga diwujudkan melalui keterlibatan aktif di Lembaga Swadaya Masyarakat Dewan Pimpinan Pusat TKN Kompas Nusantara. Ia dipercaya menangani bidang investigasi atas penunjukan langsung Ketua Umum TKN Kompas Nusantara, Adi Wan Lubis. Lembaga ini berkedudukan di Jalan Prof. H.M. Yamin, S.H. Nomor 202, Medan.

Penunjukan tersebut mencerminkan kepercayaan atas rekam jejak integritas, keberanian, dan keteguhan sikap yang ia miliki. Dalam kehidupan keluarga, Drs. Reynold Pasaribu, M.A.P. didampingi oleh sang istri, Mutiara Normauli br. Marpaung, S.Pd., yang setia menopang setiap langkah pengabdiannya. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai lima orang anak, yakni May Angelina Vitaloka, M.Si., David Grand Hyartt Edison, Adhyaksa Putra Soaloon, S.Com., Liza Daracha Soechi, S.Pd., serta Agung Prima Hamonangan, S.Pd.

Nilai kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab sosial menjadi warisan utama yang terus ditanamkan dalam keluarga. Bagi Drs. Reynold Pasaribu, M.A.P., pendidikan, jurnalistik, dan kerja-kerja investigasi bukanlah dunia yang terpisah, melainkan satu garis perjuangan yang sama, yakni menjaga nurani publik. Selama ketidakadilan masih terjadi dan suara masyarakat kecil masih terpinggirkan, pengabdian, menurutnya, tidak boleh berhenti. “Pensiun hanyalah batas administrasi. Pengabdian adalah soal panggilan nurani,” tegasnya saat diwawancarai, Sabtu, 24 Januari 2026.

(Dodi Sembiring)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini