Polisi Bukan Hanya Penindak, Tapi Pelindung Yang Berempati! Satres Narkoba Polrestabes Medan Tegaskan Kehadiran Dengan Hati di Bulan Suci

0
83

Medan | GeberNews.com – Polisi bukan hanya penindak, tapi pelindung yang berempati! Satres Narkoba Polrestabes Medan menegaskan kehadiran dengan hati di bulan suci melalui kegiatan buka puasa bersama anak panti asuhan yang digelar pada Senin sore, 2 Maret 2026 di Polrestabes Medan.

Di tengah kerasnya perang melawan narkoba, momentum Ramadhan dijadikan ruang untuk menunjukkan bahwa ketegasan aparat tidak pernah berdiri sendiri, ia berjalan berdampingan dengan kepedulian sosial yang nyata dan menyentuh.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa integritas bukan sekadar jargon internal, melainkan nafas dalam setiap langkah pengabdian. Ia mengingatkan seluruh personel bahwa perjuangan memberantas narkoba memang tidak selalu terlihat publik, namun kerja yang konsisten dan tulus akan membuahkan hasil yang tak terbantahkan.

“Hasil tidak akan mengkhianati proses,” tegasnya, sembari menekankan bahwa ketika tugas dijalankan dengan hati, maka kepercayaan masyarakat akan datang sebagai bentuk penghormatan tertinggi.

Senada dengan itu, Kasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol. Rafly Yusuf Nugraha, S.H., S.I.K., M.I.P., menegaskan bahwa kegiatan sosial bukan sekadar seremoni Ramadhan.

Menurutnya, inilah fondasi moral yang menguatkan mental personel di tengah tekanan tugas. Penegakan hukum harus tegas dan tanpa kompromi terhadap pelaku kejahatan narkotika, namun tetap berwajah humanis kepada masyarakat.

Ketegasan tanpa empati akan terasa dingin, sedangkan empati tanpa ketegasan akan kehilangan wibawa. Keduanya harus berjalan beriringan.

Di bulan yang penuh berkah ini, Polrestabes Medan menegaskan komitmen bahwa perang terhadap narkoba adalah harga mati.
Namun di balik operasi, penindakan, dan pengungkapan jaringan, ada sisi kemanusiaan yang terus dirawat. Polisi hadir bukan hanya saat ada pelanggaran, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan perhatian, dukungan, dan sentuhan kepedulian.

Ramadhan menjadi pengingat bahwa tugas menjaga keamanan bukan sekadar soal hukum, melainkan juga soal hati.
Dan di Medan, pesan itu ditegaskan dengan jelas: polisi hadir bukan hanya membawa kewenangan, tetapi juga membawa empati.

(Dodi Sembiring)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini