PTPN IV PalmCo Serap 1.328 Peserta Magang, Kebun dan Pabrik Jadi Laboratorium Dunia Kerja

0
14

JAKARTA | GeberNews.com – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo memperluas program pemagangan dengan membuka akses pembelajaran di seluruh lini bisnis perusahaan, mulai dari kantor pusat, kantor regional, hingga unit kebun dan pabrik. Dalam dua tahun terakhir, subholding PTPN III (Persero) tersebut telah menerima 1.328 peserta magang melalui berbagai skema.

Program yang dijalankan mencakup magang mandiri, Magang Bersertifikat Kampus Merdeka (MBKM), Magenta BUMN, Program Pemagangan Kementerian Ketenagakerjaan, serta kegiatan penelitian. Para peserta ditempatkan di berbagai unit operasional yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan, sehingga tidak hanya memperoleh pengalaman administratif, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas bisnis perusahaan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan perusahaan berupaya menghadirkan pengalaman kerja yang mendekati kondisi industri sesungguhnya agar peserta memiliki kesiapan sebelum memasuki dunia kerja.

“Kami tidak memposisikan peserta magang sebagai tenaga kerja tambahan. Seluruh ekosistem perusahaan, mulai dari Head Office, Regional Office, hingga kebun dan pabrik merupakan laboratorium hidup. Mereka dilibatkan dalam ritme kerja profesional, menghadapi studi kasus nyata, dan memperoleh evaluasi yang terukur,” ujar Jatmiko.

Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sekaligus membantu mempersempit kesenjangan kompetensi yang masih menjadi tantangan di berbagai sektor.

Tingginya minat lulusan baru terhadap program tersebut tercermin pada pelaksanaan Program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan Batch II pada Agustus 2026. Sebanyak 2.231 pelamar mengikuti proses seleksi untuk memperebutkan 164 posisi magang yang tersedia di kantor pusat dan lima kantor regional PTPN IV PalmCo.

Di sejumlah wilayah operasional, seperti Regional I Medan dan Regional IV Jambi, tingkat persaingan mencapai sekitar 16 pelamar untuk satu posisi magang.

Jatmiko mengatakan perusahaan juga menerapkan skema pembiayaan yang berbeda sesuai program yang diikuti peserta. Insentif peserta Maganghub berasal dari anggaran Kementerian Ketenagakerjaan, sedangkan peserta Magenta BUMN memperoleh uang saku yang dialokasikan perusahaan.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dan BUMN. Perusahaan menyediakan lingkungan belajar, pembimbing, dan pengalaman kerja, sementara skema pembiayaan mengikuti ketentuan masing-masing program,” katanya.

Upaya memperluas program pemagangan juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan pasar kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai pemagangan berbasis kompetensi menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional.

“Pemagangan berbasis kompetensi adalah jembatan paling efektif untuk mewujudkan link and match antara dunia pendidikan dan pasar kerja. Melalui pemagangan di industri, peserta tidak hanya mendapatkan hard skill, tetapi juga soft skill dan etos kerja yang nyata,” ujar Yassierli.

Sejumlah alumni mengaku pengalaman magang menjadi bekal penting dalam membangun karier. Nabila Shifa, lulusan Universitas Gunadarma yang mengikuti program Magenta BUMN dan kini bekerja di PTPN IV PalmCo, mengatakan pendampingan mentor serta keterlibatan dalam target kerja tim membantunya memahami ritme kerja korporasi.

“Pendampingan mentor dan pengalaman bekerja dalam ritme korporasi menjadi bekal yang sangat membantu ketika mengikuti proses rekrutmen hingga akhirnya bergabung sebagai karyawan,” ujarnya.

Pengalaman serupa disampaikan Hafizah Mulia Ningrum, lulusan Universitas Andalas yang pernah mengikuti Program Magang Kementerian Ketenagakerjaan di PTPN IV PalmCo dan kini berkarier sebagai konsultan auditor.

Menurut Hafizah, pemahaman mengenai tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan standar kepatuhan operasional yang diperoleh selama magang menjadi nilai tambah dalam pekerjaannya saat ini.

“Pengalaman itu membuat saya memiliki gambaran yang lebih utuh mengenai praktik bisnis di lapangan sehingga sangat membantu ketika memberikan rekomendasi kepada klien,” katanya.

Melalui perluasan akses pemagangan, PTPN IV PalmCo berharap dapat berkontribusi dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri. Tingginya jumlah peserta maupun pelamar dalam dua tahun terakhir menunjukkan program magang masih menjadi salah satu jalur yang diminati lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja sebelum memasuki dunia profesional.

(Baim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini