Adi Warman Lubis Apresiasi Polda Sumut Berantas Narkoba: “Ini Baru Langkah Awal, Jangan Cepat Puas!”

0
69

MEDAN | GeberNews.com — Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, memberikan apresiasi dan dukungan terhadap keberhasilan jajaran kepolisian, khususnya Polda Sumatera Utara (Poldasu), dalam mengungkap dan menggagalkan peredaran narkotika di Sumatera Utara.

Menurut Adi Warman Lubis, keberhasilan aparat mengungkap jaringan peredaran narkoba bukan sekadar prestasi dalam penegakan hukum, tetapi juga merupakan bentuk nyata upaya menyelamatkan generasi muda dan masa depan anak-anak penerus bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

Hal tersebut disampaikan Adi Warman Lubis, yang juga Ketum PAGAR UNRI Prabowo-Gibran untuk Rakyat Indonesia serta Pemimpin Umum (PU) GeberNews.com, saat ditemui di Kantor Sekretariat DPP TKN Kompas Nusantara, Jalan Prof. HM. Yamin, SH No. 202, Medan, Minggu (9/8/2026).

Adi menilai keberhasilan polisi menggagalkan peredaran narkoba patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan agar aparat tidak cepat berpuas diri karena pemberantasan narkotika di Sumatera Utara masih menghadapi tantangan besar.

“Saya memberikan apresiasi dan dukungan kepada kepolisian yang telah berhasil menggagalkan peredaran narkoba. Artinya, polisi telah berhasil menyelamatkan anak-anak penerus bangsa dari ancaman narkoba,” ujar Adi Warman Lubis.

Namun demikian, Adi menegaskan bahwa keberhasilan tersebut jangan sampai membuat aparat cepat merasa puas.

“Menurut saya, itu baru langkah awal dalam pemberantasan narkoba di Sumatera Utara. Polisi, khususnya Polda Sumut, bersama BNN harus lebih bekerja keras ke depannya agar masyarakat bisa lebih tenang dan terlindungi dari penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Menurut Adi, perang melawan narkoba tidak mungkin hanya dibebankan kepada kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN). Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk membantu aparat penegak hukum dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

“Narkoba adalah musuh kita bersama. Karena itu, kita juga mempunyai tanggung jawab untuk membantu aparat penegak hukum agar anak-anak kita tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan masing-masing. Menurutnya, kepedulian keluarga, masyarakat, pemerintah, kepolisian, dan BNN menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba.

“Ingat, narkoba musuh kita bersama. Hanya dengan kemauan dan kepedulian kita, kita bisa menyelamatkan generasi bangsa dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Adi juga memberikan pandangan keras mengenai dampak narkoba terhadap masa depan generasi muda. Ia menilai bahaya narkoba tidak hanya terletak pada peredaran dan penggunaannya, tetapi juga pada kerusakan jangka panjang yang ditimbulkan terhadap kehidupan seseorang.

“Kalau menurut pendapat saya, narkoba lebih kejam dari teroris. Kenapa demikian? Narkoba membunuh masa depan kita secara pelan-pelan. Narkoba merusak akal dan pikiran kita. Sementara teroris membunuh secara langsung. Ini kan lebih kejam, dibunuh secara pelan-pelan daripada secara langsung,” tegas Adi.

Karena itu, ia meminta Polda Sumut dan BNN tidak berhenti pada pengungkapan kasus-kasus besar saja. Pemberantasan harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari membongkar jaringan pengedar, memutus jalur distribusi, hingga memperkuat pencegahan di tengah masyarakat.

Adi juga mendorong agar aparat meningkatkan pengawasan terhadap wilayah yang rawan dijadikan jalur peredaran narkotika serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, orang tua, dan organisasi kemasyarakatan.

Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba pada akhirnya bukan hanya diukur dari banyaknya barang bukti yang disita atau jumlah tersangka yang ditangkap, tetapi dari seberapa besar kemampuan aparat dan masyarakat mencegah anak-anak serta generasi muda menjadi korban penyalahgunaan narkotika.

“Jangan pernah merasa perang melawan narkoba sudah selesai. Selama narkoba masih beredar, selama masih ada anak-anak kita yang terancam, perjuangan ini harus terus dilakukan. Polisi dan BNN harus bekerja lebih keras, dan masyarakat juga harus ikut peduli,” pungkas Adi Warman Lubis.

Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan keberanian, konsistensi, dan kepedulian bersama. Dengan kerja sama seluruh elemen bangsa, ia berharap Sumatera Utara dapat semakin terbebas dari ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

(Dodi Rikardo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini