Video Viral EAS Kembali Beredar, Tudingan “Vape Narkotika” Dibantah Keras

0
24

MEDAN | GeberNews.com – Sebuah video yang menampilkan anggota DPRD Kota Medan berinisial EAS tengah menghisap sebuah perangkat yang disebut-sebut menyerupai vape kembali beredar dan viral di media sosial. Munculnya kembali rekaman tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat, termasuk tudingan bahwa perangkat yang digunakan EAS berkaitan dengan narkotika.

EAS mengakui bahwa pria yang terlihat dalam video tersebut memang dirinya. Namun, ia menegaskan bahwa rekaman itu merupakan peristiwa lama dan membantah keras tudingan bahwa perangkat yang dihisapnya mengandung narkotika.

“Biasa orang sirik…” ujar EAS kepada wartawan, Kamis (6/8/2026) malam.

Dalam video tersebut, EAS terlihat tengah berkumpul bersama sejumlah relawan. Ia kemudian memegang sebuah perangkat yang disebut-sebut menyerupai vape milik seseorang yang berada di dekatnya, sebelum menghisap perangkat tersebut beberapa kali.

Saat memegang perangkat itu, terdengar pula ucapan dalam bahasa Karo yang kurang lebih bermakna, “Tidak difoto ini, kan?”

Rekaman tersebut kemudian beredar luas melalui media sosial dan menjadi perhatian publik. Salah satu akun Facebook yang disebut mengunggah kembali video tersebut adalah akun Anes Priskhy Sitepu.

EAS tidak membantah bahwa dirinya merupakan sosok yang terlihat dalam rekaman. Namun, ia menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan peristiwa baru sebagaimana kesan yang muncul setelah video kembali beredar.

Ia juga membantah tudingan yang berkembang di media sosial mengenai perangkat yang dihisapnya.

“Nggak benar itu,” tegas EAS ketika menanggapi tudingan bahwa perangkat tersebut merupakan vape getar yang diduga mengandung zat narkotika.

Menurut EAS, video tersebut harus dilihat secara utuh, terutama menyangkut waktu dan konteks kejadian. Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan rekaman yang beredar di media sosial.

Kembali viralnya video tersebut menjadi perhatian karena sebuah rekaman lama dapat dengan cepat membentuk persepsi baru ketika disertai narasi tertentu. EAS menegaskan dirinya siap memberikan klarifikasi terkait video tersebut.

Ia juga menyatakan kesediaannya menjalani pemeriksaan atau pengujian apabila diperlukan untuk membuktikan bantahannya.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum terdapat informasi lebih lanjut mengenai pihak yang pertama kali merekam video tersebut maupun konteks lengkap saat rekaman dibuat.

Karena itu, publik diimbau tidak langsung menyimpulkan bahwa perangkat yang terlihat dalam video mengandung narkotika hanya berdasarkan rekaman dan narasi yang beredar di media sosial.

Tudingan mengenai perangkat tersebut masih merupakan klaim yang dibantah oleh EAS dan belum dapat dipastikan kebenarannya tanpa adanya bukti atau hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang.

(Syahdan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini