MEDAN | GeberNews.com — Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-28 kepada Tuanku Sultan Deli XIV, Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam Shah.

Ucapan tersebut disampaikan Adi Warman Lubis kepada wartawan, Senin (31/8/2026), di ruang kerjanya, Kantor DPP TKN Kompas Nusantara, Jalan Prof. HM. Yamin, SH No. 202, Medan.
Adi Warman Lubis yang juga merupakan Ketua Umum PAGAR UNRI Prabowo-Gibran untuk Republik Indonesia mengatakan, momentum ulang tahun Sultan Deli XIV bukan sekadar perayaan bertambahnya usia.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mengingat sejarah, adat, budaya, serta marwah Negeri Deli yang merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah Sumatera Utara.
“Atas nama pribadi, keluarga besar DPP Kompas Nusantara dan keluarga besar PAGAR UNRI Prabowo-Gibran untuk Republik Indonesia, saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28, Barakallahu fii Umrik kepada Tuanku Sultan Deli XIV, Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam Shah,” ujar Adi.
Ia mendoakan Sultan Deli XIV senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, keberkahan, kebijaksanaan, serta kekuatan dalam menjalankan amanah sebagai tokoh adat dan bagian dari sejarah panjang Kesultanan Deli.
Menurut Adi, keberadaan Kesultanan Deli tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan Kota Medan dan kawasan Deli. Karena itu, ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak memandang sejarah dan kebudayaan sebagai sesuatu yang hanya layak dikenang pada momentum tertentu.
“Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu. Sejarah adalah identitas. Adat adalah marwah. Budaya adalah jati diri. Kalau semua itu kita abaikan, maka kita sedang membiarkan generasi berikutnya kehilangan akar sejarahnya sendiri,” tegasnya.
Generasi Muda Harus Kenal Sejarah Deli
Adi mengatakan, perkembangan zaman tidak boleh menjadi alasan bagi masyarakat untuk meninggalkan akar budaya. Modernisasi, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga nilai-nilai sejarah dan adat.
Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi kebudayaan Melayu Deli. Karena itu, anak-anak muda harus diberikan ruang untuk mengenal sejarah daerahnya, memahami adat istiadat, serta ikut terlibat dalam kegiatan kebudayaan.
“Jangan sampai generasi muda kita lebih hafal sejarah bangsa lain daripada sejarah daerahnya sendiri. Jangan sampai mereka mengenal Deli hanya sebagai nama wilayah, tetapi tidak memahami bahwa di balik nama Deli ada perjalanan sejarah, adat dan kebudayaan yang panjang,” katanya.
Marwah Deli Harus Dijaga Bersama
Lebih lanjut, Adi menegaskan bahwa menjaga marwah Deli bukan hanya tanggung jawab keluarga Kesultanan Deli. Menurutnya, seluruh masyarakat Sumatera Utara memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga warisan sejarah dan budaya yang telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat.
Ia menekankan bahwa Kesultanan Deli dalam konteks Indonesia saat ini harus dipandang sebagai bagian dari kekayaan sejarah dan kebudayaan nasional.
“Deli adalah bagian dari Indonesia. Kesultanan Deli adalah bagian dari sejarah Indonesia. Karena itu, menjaga peninggalan sejarah dan kebudayaan Deli bukan berarti mempertentangkan masa lalu dengan masa kini. Justru kita sedang memperkuat identitas bangsa,” ujarnya.
Adi juga mengingatkan agar sejarah tidak dipolitisasi secara sempit. Ia berharap seluruh pihak dapat melihat keberadaan Kesultanan Deli secara proporsional dan menempatkannya sebagai kekayaan budaya yang patut dihormati.
“Jangan sejarah dijadikan alat untuk memecah belah. Jangan pula adat dijadikan sekadar simbol. Kalau kita benar-benar mencintai sejarah, maka tugas kita adalah merawat, mendokumentasikan dan mewariskannya kepada generasi berikutnya,” tegasnya.
Menurutnya, pelestarian budaya harus dilakukan secara nyata, mulai dari pendidikan sejarah lokal, dokumentasi adat dan tradisi, pelestarian situs bersejarah, hingga memberikan ruang yang lebih luas kepada generasi muda untuk mengenal kebudayaan daerah.
HUT Sultan Deli Jadi Momentum Refleksi
Adi menilai bertambahnya usia Sultan Deli XIV juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan masyarakat.
“Ulang tahun bukan hanya soal usia yang bertambah. Ini juga momentum untuk melakukan refleksi. Apa yang sudah kita lakukan untuk menjaga sejarah? Apa yang sudah kita wariskan kepada anak cucu? Dan apa yang akan kita tinggalkan ketika generasi kita sudah tidak ada?” katanya.
Ia berharap Sultan Deli XIV senantiasa diberikan kekuatan untuk terus menjalankan peran adat dan kebudayaan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Adi juga mengajak masyarakat Sumatera Utara untuk tidak kehilangan kebanggaan terhadap sejarah daerahnya.
“Kita boleh maju. Kita boleh modern. Kita boleh mengikuti perkembangan teknologi dan zaman. Tetapi satu hal yang tidak boleh hilang adalah jati diri,” ucapnya.
Ia menambahkan, bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu berdiri di atas identitas dan sejarahnya sendiri.
“Kalau akar kita kuat, pohon akan berdiri kokoh. Begitu juga sebuah masyarakat. Kalau sejarah dan budayanya kuat, maka masyarakatnya akan memiliki identitas yang kuat,” sambung Adi.
Doa untuk Sultan Deli XIV
Di penghujung pernyataannya, Adi Warman Lubis kembali menyampaikan doa dan ucapan selamat kepada Sultan Deli XIV.
“Sekali lagi, saya atas nama pribadi, keluarga besar DPP Kompas Nusantara dan PAGAR UNRI Prabowo-Gibran untuk Republik Indonesia mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-28, Barakallahu fii Umrik kepada Tuanku Sultan Deli XIV, Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam Shah.
Semoga Allah SWT memberikan umur panjang, kesehatan, keselamatan, keberkahan dan kekuatan dalam menjalankan amanah. Semoga senantiasa menjadi bagian dari upaya menjaga adat, budaya, persatuan dan marwah Negeri Deli,” pungkasnya.
(Dodi Rikardo Sembiring)






