Begal Sadis Diringkus, Publik Apresiasi Polres Belawan — Praktisi Hukum Alex Tampubolon Ingatkan: “Jangan Tutup Mata Terhadap Bandar Besar Narkoba”

0
44

Belawan | GeberNews.com — Keberhasilan Polres Pelabuhan Belawan dalam meringkus para pelaku begal sadis pasca aksi damai ratusan warga pada Rabu (19/11) menuai apresiasi luas dari masyarakat Medan Utara. Namun di balik pujian tersebut, praktisi hukum Helmax Alex Sebastian Tampubolon, S.H., M.H., mengingatkan bahwa masih ada ancaman besar yang belum tersentuh: para bandar besar narkoba.

Plt Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Wahyudi Rahman, S.H., S.I.K., M.M., CPHR., CBA, bergerak cepat merespons keresahan publik terkait maraknya aksi begal, tawuran, dan peredaran narkoba. Melalui Sat Reskrim, sejumlah pelaku begal sadis berhasil ditangkap. Dua di antaranya bahkan terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan karena melawan dan mencoba kabur.

Tindakan cepat dan tegas ini disambut positif oleh masyarakat. Praktisi hukum Kota Medan, Alex Tampubolon, turut memberikan apresiasi atas respons polisi yang menurutnya menunjukkan keseriusan dalam menjawab tuntutan warga.

“Patut kita berikan apresiasi atas reaksi cepat yang dilakukan Plt Kapolres melalui Sat Reskrim dengan memberikan tindakan tegas kepada para pelaku begal sadis,” ujar Alex, Selasa (25/11/2025).

Alex menilai, langkah sigap aparat setelah gelombang protes masyarakat merupakan cermin dari kepolisian yang responsif. Menurutnya, penangkapan para pelaku sangat penting karena aksi begal yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi mengganggu stabilitas keamanan warga pesisir Medan Utara.

Ia juga menyoroti peran Kabag Ops Kompol JP Napitupulu, yang disebut berhasil mengendalikan potensi tawuran lewat patroli malam hingga pagi hari.

Namun apresiasi tersebut disertai kritik tajam. Alex menilai kinerja Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan masih jauh dari harapan.

“Kalau pun ada penangkapan, itu hanya sebatas pengedar kelas teri atau pecandu. Tidak ada bandar besar yang ditangkap,” tegas Direktur LBH Cakra Keadilan itu.

Menurutnya, hal ini terasa ganjil mengingat wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan sudah lama dikenal sebagai salah satu jalur masuk utama peredaran sabu di Medan. Karena itu, Alex menilai Sat Narkoba yang dipimpin AKP A.R. Riza, S.H., M.H., seharusnya mampu membongkar jaringan besar, bukan hanya menyentuh lapisan bawah.

Alex mengutip UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI, yang menjelaskan peran polisi dalam memelihara keamanan, ketertiban, serta menindak pelaku tindak pidana. Menurutnya, kewenangan itu sudah cukup untuk menindak tegas jaringan bandar besar di kawasan Medan Utara.

“Pemberantasan bandar besar narkoba harus jadi prioritas, karena akar dari banyak tindak pidana jalanan berawal dari kecanduan narkotika. Begal, pencurian, perampokan—sering kali terjadi demi mendapatkan uang membeli sabu,” jelasnya.

Alex menegaskan bahwa jika Polres Pelabuhan Belawan ingin menurunkan angka kriminalitas secara signifikan, maka memutus mata rantai narkoba adalah langkah kunci.

“Jangan hanya fokus pada begal dan tawuran. Tangkap bandar-bandar besar. Itu kunci memutus sumber kejahatan,” tegasnya.

Aparat boleh menuai pujian, namun kritik yang disampaikan menjadi pengingat bahwa pemberantasan kejahatan harus menyeluruh. Menumpas pelaku di jalanan saja tidak cukup tanpa menyentuh para aktor besar yang menggerakkan bisnis narkoba dari balik layar. Demi Medan Utara yang lebih aman, perang terhadap bandar narkoba harus menjadi prioritas yang tidak bisa lagi ditunda.

(Kardo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini