Diduga Mafia Bangunan Ilegal di Marelan Rusak Rumah Warga, Adi Warman Lubis Desak Aparat Bertindak Tegas

0
603

Medan | GeberNews.com – Pembangunan gedung tiga lantai di Komplek Marelan Asri Residence, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, diduga ilegal dan kini memicu kemarahan warga. Ketua Umum DPP Kompas Nusantara sekaligus Ketua Umum Pagar UNRI Prabowo-Gibran untuk Negara Republik Indonesia, Adi Warman Lubis, menyatakan proyek tersebut telah merugikan masyarakat setelah rumah pribadinya dan sejumlah rumah warga di sekitar lokasi mengalami kerusakan parah. Aktivitas pembangunan yang diduga tanpa izin resmi itu membuat dinding retak, plafon runtuh, dan atap bocor.

“Bangunan itu diduga tidak punya PBG dan AMDAL. Ini pelanggaran berat. Rumah saya retak, plafon runtuh, atap bocor, rumah warga lain juga rusak. Tidak boleh dibiarkan. Jangan sampai mafia bangunan seenaknya merusak hak masyarakat,” tegas Adi Warman Lubis, Kamis malam, 21 Agustus 2025, di Sekretariat DPP TKN Kompas Nusantara, Jalan Prof. H.M. Yamin, Medan.

Sebagai korban langsung, ia telah membuat laporan resmi ke Kepolisian Resor Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan dengan Nomor: STPLP/551/VII/2025/SU/PEL-BLW/SEK-MEDAN LABUHAN. Hingga kini, proses hukum diduga mandek dan belum memperlihatkan perkembangan. Adi Warman menekankan bahwa aparat harus segera bertindak tegas terhadap proyek yang jelas-jelas melanggar hukum.

Selain ke kepolisian, Adi Warman juga melayangkan surat resmi kepada Wali Kota Medan, DPRD Kota Medan, Dinas Perkim, Satpol PP, dan Kejati Sumut. Ia mendesak instansi terkait turun langsung memeriksa legalitas proyek dan mengambil langkah tegas.

“Kalau memang ilegal, bangunan itu harus dibongkar. Pemerintah Kota Medan tidak boleh pura-pura tidak tahu. Jika pejabat tutup mata, berarti mereka diduga ikut melindungi kejahatan,” tandasnya.

Adi Warman menegaskan perjuangannya bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan juga membela hak warga Marelan yang dirugikan. Ia siap membawa kasus ini ke Polda Sumut bahkan ke pusat jika aparat di tingkat kota tidak segera bertindak.

“Ini bukan hanya rumah saya, tapi rumah masyarakat kecil. Kalau di kota tidak tuntas, saya bawa ke Polda, bahkan pusat. Tidak peduli siapa yang diduga membekingi. Rumah warga rusak akibat proyek yang diduga ilegal. Saya akan terus lawan sampai mafia bangunan di Medan dibongkar. Tidak ada ruang bagi kejahatan yang merampas hak rakyat,” tegasnya.

🟥 Dodi Rikardò | GeberNews.com
🗣️ Berani Mengungkap Fakta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini