Dihubungi Dirlantas Polda Sumbar, Pemenang Gebyar Pajak Padang 2026 Malah Mengira Dirinya Ditipu

0
7

Padang | GeberNews.com — Ada momen unik dan mengundang gelak tawa masyarakat dalam pelaksanaan pengundian hadiah Gebyar Pajak Kota Padang 2026 yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Barat pada agenda Car Free Day (CFD) di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat, Minggu (30/8/2026) pagi.

Di tengah suasana meriah pengundian yang disaksikan langsung masyarakat, salah seorang pemenang hadiah utama justru sempat tidak percaya ketika dihubungi melalui sambungan telepon oleh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq.

Panggilan tersebut dilakukan untuk menyampaikan kabar bahwa yang bersangkutan menjadi salah seorang penerima hadiah dalam program Gebyar Pajak Kota Padang 2026.

Namun, bukannya langsung bersuka cita, pemenang tersebut justru mempertanyakan kebenaran panggilan dari ujung telepon.

Ia bahkan sempat mengira bahwa dirinya sedang menjadi sasaran aksi penipuan melalui telepon.

Reaksi spontan tersebut sontak mengundang tawa masyarakat yang berada di lokasi pengundian. Apalagi, sambungan telepon menggunakan speaker phone sehingga percakapan antara pejabat dan pemenang dapat didengar oleh masyarakat yang hadir.

Situasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa masyarakat kini semakin berhati-hati ketika menerima telepon yang mengatasnamakan pejabat atau institusi pemerintah.

Setelah dijelaskan bahwa panggilan tersebut berkaitan dengan pengundian resmi Gebyar Pajak Kota Padang 2026, barulah sang pemenang mulai memahami bahwa dirinya memang mendapatkan hadiah.

Pengundian Terbuka di Tengah Masyarakat

Gebyar Pajak Kota Padang 2026 merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat yang dinilai telah menunjukkan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan.

Pengundian dilakukan secara terbuka di tengah kegiatan CFD sehingga masyarakat dapat menyaksikan langsung proses penentuan para pemenang.

Suasana di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat pun semakin meriah ketika nama-nama pemenang mulai diumumkan.

Pada Gebyar Pajak tahun ini, empat paket umrah menjadi salah satu hadiah utama. Selain itu, disediakan pula tiga unit sepeda listrik, emas 5 gram, mesin cuci, serta berbagai hadiah menarik lainnya.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk penghargaan pemerintah kepada wajib pajak yang telah memenuhi kewajibannya selama periode 2024, 2025, dan 2026.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Setdaprov Sumatera Barat, Medi Iswandi, menyampaikan bahwa kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak bukan sekadar menjalankan kewajiban kepada negara dan daerah.

Menurutnya, kepatuhan membayar pajak merupakan bentuk nyata gotong royong masyarakat dalam mendukung pembangunan Sumatera Barat.

“Setiap rupiah pajak yang dibayarkan, akan jadi bagian dari sumber pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik yang manfaatnya kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

Mahyeldi juga menekankan bahwa pembayaran pajak perlu terus didorong agar menjadi budaya di tengah masyarakat.

Pasalnya, penerimaan pajak memiliki keterkaitan dengan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik, mulai dari pembangunan jalan dan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pelayanan pemerintahan, pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga berbagai program pembangunan lainnya.

Karena itu, membayar pajak dinilai bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga bentuk investasi bersama untuk masa depan daerah.

Gubernur turut memberikan apresiasi kepada para wajib pajak yang telah menjalankan kewajibannya secara disiplin.

Menurutnya, pemberian penghargaan melalui Gebyar Pajak diharapkan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat lainnya agar semakin sadar dan taat dalam membayar pajak kendaraan.

Bapenda: Gebyar Pajak Diharapkan Tingkatkan Kepatuhan

Kepala Bapenda Sumatera Barat, Al Amin, mengatakan pelaksanaan Gebyar Pajak mendapatkan respons positif dan antusiasme yang cukup besar dari masyarakat.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai kemudahan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

“Selama ini pemerintah juga telah memberikan berbagai kemudahan, termasuk melalui program pemutihan pajak,” terang Al Amin.

Ia mengatakan, Gebyar Pajak tidak semata-mata dimaksudkan sebagai kegiatan pembagian hadiah.

Lebih jauh, program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk membangun kesadaran bahwa membayar pajak kendaraan secara tepat waktu merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah.

“Karena itu, melalui Gebyar Pajak ini kami juga ingin memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah taat dan disiplin dalam memenuhi kewajibannya membayar pajak,” tambahnya.

Al Amin menambahkan, pajak kendaraan menjadi salah satu sumber penerimaan yang memiliki peran penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah.

Untuk itu, masyarakat Sumatera Barat diharapkan terus meningkatkan kesadaran untuk membayar pajak tepat waktu.

“Khusus kepada para penerima apresiasi pada Gebyar Pajak hari ini, saya mengucapkan selamat dan terima kasih. Semoga penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan atas kepatuhan Bapak dan Ibu sekaligus menjadi motivasi bagi wajib pajak lainnya,” katanya.

Ia juga menilai Kota Padang memiliki posisi strategis sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat.

Berbagai aktivitas pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, pariwisata hingga kegiatan ekonomi lainnya berlangsung secara dinamis di Kota Padang.

Karena itu, peningkatan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan di Kota Padang dinilai akan memberikan kontribusi penting terhadap pembangunan daerah.

Dirlantas Polda Sumbar: Kepatuhan Pajak Bagian dari Kesadaran Masyarakat

Sementara itu, Dirlantas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, turut memberikan perhatian terhadap pelaksanaan Gebyar Pajak tersebut.

Dalam konteks pelayanan lalu lintas, kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban administrasi kendaraan bermotor dinilai menjadi salah satu bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas.

“Pembayaran pajak kendaraan bukan hanya berkaitan dengan kewajiban administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari kesadaran masyarakat untuk tertib dalam kepemilikan dan penggunaan kendaraan bermotor. Karena itu, kami mendukung berbagai upaya yang mendorong masyarakat semakin sadar dan disiplin,” ujar Kombes Pol. Reza.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi penting dalam menciptakan pelayanan publik yang semakin mudah, transparan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya dilihat dari sisi hadiahnya. Yang lebih penting adalah pesan yang dibawa, yakni bagaimana masyarakat semakin sadar bahwa tertib administrasi kendaraan dan tertib berlalu lintas merupakan bagian dari tanggung jawab bersama,” katanya.

Momen ketika dirinya menghubungi salah seorang pemenang Gebyar Pajak juga menjadi pengalaman menarik.

“Awalnya beliau mungkin belum yakin karena sekarang memang banyak modus penipuan melalui telepon. Justru kami memahami kalau masyarakat berhati-hati. Yang penting kemudian bisa dipastikan bahwa informasi tersebut benar dan prosesnya resmi,” ujar Reza.

Ia menilai kehati-hatian masyarakat ketika menerima telepon yang mengatas namakan pejabat atau institusi merupakan hal yang patut diapresiasi.

“Jangan mudah percaya terhadap telepon yang mengatasnamakan pejabat atau institusi. Kalau ada informasi terkait hadiah atau program pemerintah, masyarakat harus melakukan verifikasi melalui saluran resmi,” tegasnya.

Respons Pemenang Jadi Momen Tak Terlupakan

Momen tersebut menjadi salah satu kejadian yang paling menarik perhatian dalam pengundian Gebyar Pajak Kota Padang 2026.

Di satu sisi, pemerintah tengah berupaya memberikan kabar gembira kepada masyarakat yang mendapatkan hadiah.

Namun di sisi lain, penerima hadiah justru menunjukkan sikap waspada karena khawatir informasi yang diterimanya merupakan modus penipuan.

Setelah identitas dan proses pengundian diyakini benar, suasana berubah menjadi penuh kegembiraan.

Momen serupa kembali terjadi ketika Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menghubungi salah seorang pemenang.

Untuk memastikan bahwa panggilan tersebut benar-benar berasal dari pihak pemerintah, komunikasi kemudian dilakukan melalui video call.

Melalui panggilan video tersebut, pemenang dapat melihat langsung wajah Wakil Wali Kota Padang sekaligus suasana pengundian yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat.

Maigus Nasir juga meminta para pemenang untuk datang ke lokasi pengundian guna mengikuti proses selanjutnya terkait penyerahan hadiah.

Cara tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa hadiah yang diterima merupakan bagian dari program resmi pemerintah.

Hadiah Jadi Pemicu Kesadaran Membayar Pajak

Kepala UPT Samsat Padang, Defrizal, mengatakan Gebyar Pajak merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pembangunan daerah melalui pembayaran pajak kendaraan.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut menjadi sinyal positif bahwa pendekatan apresiasi dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak.

“Sangat senang melihat antusias masyarakat mengikuti kegiatan ini. Adanya hadiah diharapkan dapat menjadi pemicu atau trigger dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan,” ujar Defrizal.

Ia menambahkan, pihaknya ke depan berencana meningkatkan bentuk apresiasi maupun hadiah sehingga masyarakat semakin terdorong untuk memenuhi kewajiban perpajakannya.

“Harapannya tentu ke depan kegiatan seperti ini bisa semakin baik dan hadiah yang diberikan juga semakin menarik, sehingga masyarakat semakin termotivasi untuk membayar pajak kendaraan,” katanya.

Namun demikian, menurutnya, hadiah bukanlah tujuan utama.

Paling penting adalah membangun kesadaran masyarakat agar pembayaran pajak kendaraan dilakukan secara rutin dan tepat waktu.

Dorong Pelayanan Pajak Semakin Mudah dan Transparan

Gebyar Pajak Kota Padang 2026 juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pelayanan perpajakan yang semakin mudah, cepat, transparan, nyaman dan akuntabel.

Digitalisasi pelayanan terus dikembangkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh informasi maupun memenuhi kewajiban perpajakannya.

Dengan pelayanan yang semakin mudah dan pendekatan apresiasi kepada masyarakat yang taat, pemerintah berharap kesadaran membayar pajak dapat tumbuh sebagai budaya, bukan semata-mata karena adanya program hadiah.

Gebyar Pajak Kota Padang 2026 mengusung tema “Apresiasi Taat Pajak, untuk Membangun Sumbar Bermartabat.”

Tema tersebut menegaskan pesan bahwa kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak memiliki hubungan erat dengan keberlanjutan pembangunan daerah.

Di tengah kemeriahan pengundian dan berbagai hadiah yang diberikan, satu pesan penting kembali ditegaskan: pajak yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik.

Sementara bagi para pemenang, kejutan mendapatkan hadiah menjadi pengalaman yang tentu sulit dilupakan, terlebih bagi mereka yang awalnya bahkan mengira telepon dari pejabat negara tersebut merupakan modus penipuan.

(Dodi Rikardo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini