Deli Serdang | GeberNews.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Deli Serdang diduga tutup mata terhadap praktik pungutan liar (pungli) yang marak di sejumlah sekolah negeri, yang kini mendapat kecaman luas dari masyarakat. NGO TOPAN-AD Deli Serdang menyoroti dugaan praktik pungli yang merusak dunia pendidikan, khususnya di SDN 105308 Jalan Pancur Batu, Desa Namo Bintang, Kecamatan Deli Tua. Praktik ini melibatkan penjualan seragam sekolah dengan harga yang tidak wajar yang diduga dilakukan oleh Efi Siahaan, PLT Kepala Sekolah, yang telah membuat orang tua murid resah.

Selain penjualan seragam yang memberatkan orang tua murid, juga ditemukan dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta pungutan-pungutan lain yang asal-usulnya tidak jelas. Kejadian ini semakin memperburuk citra dunia pendidikan di Deli Serdang dan merusak kepercayaan publik terhadap integritas pengelolaan dana pendidikan di wilayah tersebut.
Ketua DPD NGO Deli Serdang, Dra. Yetti Defrina, menegaskan bahwa praktik pungli semacam itu sangat merugikan orang tua murid dan harus segera dihentikan. “Pendidikan bukan ladang bisnis. Jika Dinas Pendidikan tetap diam, mereka turut bertanggung jawab atas hal ini,” ujar Dra. Yetti dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Rabu (23/4/2025).
Dra. Yetti juga mengungkapkan bahwa temuan serupa ditemukan di sekolah-sekolah lain di Deli Serdang, yang semakin memperburuk pengelolaan dana pendidikan yang tidak transparan. DPD NGO Deli Serdang menegaskan agar pihak sekolah dan pemerintah daerah mematuhi ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010, yang melarang sekolah menjual seragam atau bahan seragam kepada orang tua murid, terutama selama masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
“Pendidikan bukan tempat untuk praktik bisnis yang merugikan orang tua murid. Kami mendesak agar praktik penjualan seragam ini dihentikan segera, apalagi jika harga yang dibebankan tidak wajar,” tegas Dra. Yetti.
Pihak berwenang diharapkan segera bertindak untuk menuntaskan masalah ini, guna memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan di Deli Serdang dan menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Tim








