Hoaks Serang Kepala BNN, Aktivis Desak Aparat Ungkap Dalang Penyebar Fitnah

0
114

Jakarta | GeberNews.com Hoaks Serang Kepala BNN kembali menghebohkan ruang publik setelah sejumlah akun media sosial di TikTok, X, dan Facebook menyebarkan narasi palsu yang menuding Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto memiliki hubungan pribadi dengan seorang artis. Konten bermuatan fitnah tersebut dinilai sebagai framing jahat yang sengaja dibangun untuk memprovokasi dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Unggahan yang berasal dari akun-akun anonim itu dengan cepat menyebar luas dan memicu perdebatan warganet. Sejumlah pemerhati media digital menilai isi konten tersebut sepenuhnya tidak berdasar dan merupakan hoaks yang dirancang untuk merusak reputasi pejabat negara, khususnya Kepala BNN yang selama ini dikenal aktif dalam pemberantasan jaringan narkoba besar.
Koordinator LAKSI Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia, Azmi Hiddzaqi, dalam keterangannya di Jakarta menyebutkan bahwa penyebaran hoaks dan ujaran kebencian merupakan pelanggaran hukum yang telah diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya, serta mendorong korban hoaks untuk melapor melalui saluran resmi.
Azmi menegaskan, isu yang menyerang Kepala BNN bukanlah peristiwa spontan. Menurutnya, ada motif dan kepentingan tertentu di balik penyebaran narasi bohong tersebut. Ia menduga kuat adanya pihak-pihak dengan tujuan tertentu yang ingin menciptakan keresahan publik dan melemahkan kepercayaan terhadap institusi negara.
Karena itu, LAKSI mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penelusuran menyeluruh guna mengungkap aktor intelektual di balik penyebaran hoaks tersebut. Ia menilai, jika dibiarkan, masyarakat dapat terpengaruh oleh narasi liar yang tidak benar dan berpotensi merusak stabilitas sosial.
Selain penegakan hukum, Azmi juga meminta pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk bertindak cepat melakukan penghapusan atau take down terhadap seluruh konten hoaks yang beredar. Ia menilai penyebaran isu ini terorganisir dan tidak menutup kemungkinan digerakkan oleh kekuatan finansial tertentu, sehingga diperlukan langkah tegas dan terukur.
Azmi menyayangkan maraknya serangan hoaks yang kini menyasar tokoh-tokoh penting negara. Menurutnya, negara harus memiliki sistem pengawasan dan teknologi yang mumpuni untuk mendeteksi serta memutus mata rantai penyebaran berita bohong, agar para pejabat dapat bekerja secara maksimal tanpa gangguan fitnah digital.
Di akhir pernyataannya, Azmi mengimbau masyarakat dan netizen agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan pentingnya menyaring informasi sebelum membagikan, serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang bernuansa kebencian dan kebohongan. Hoaks dan ujaran kebencian, katanya, berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa jika tidak disikapi dengan kecerdasan dan kewaspadaan bersama.

Azmi Hiddzaqi*
Kordinator LAKSI*
Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia*

Tonton berita dan informasi terkini hanya di GeberNews TV YouTube.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini