Medan | GeberNews.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TKN Kompas Nusantara memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa damai pada Senin (29/9/2025). Kepastian ini disampaikan Ketua DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, saat konferensi pers di Kantor Sekretariat DPP LSM TKN Kompas Nusantara, Sabtu (27/9/2025).
Adi menegaskan, aksi tersebut tidak dilakukan sembarangan, melainkan diarahkan ke sejumlah instansi yang dinilai paling bertanggung jawab atas berbagai persoalan yang membelit masyarakat. Titik utama yang menjadi sasaran aksi ialah Kantor Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan, Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan, Perkim Kota Medan, Kantor Wali Kota Medan, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, dan Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Labuhan.
“Polrestabes Medan harus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat yang membuat laporan. Jangan karena masyarakat kecil diabaikan, tetapi ada perlakuan berbeda terhadap orang-orang berpengaruh yang memiliki kolega besar dan uang banyak seperti mafia. Satpol PP juga jangan tutup mata dan hanya bertindak formalitas terhadap bangunan liar yang tak sesuai PBG, apalagi tanpa PBG yang merajalela. Selain merugikan PAD, hal ini berdampak besar terhadap lingkungan,” tegas Adi.
Ia menambahkan, Kantor Wali Kota Medan merupakan simbol pemerintahan yang seharusnya hadir untuk rakyat, bukan justru membiarkan masalah klasik seperti sampah, banjir, dan perizinan yang tidak sesuai prosedur. Sementara DPRD Kota Medan diingatkan agar tidak menjadi tukang stempel kebijakan eksekutif. “Legislatif punya kewajiban mengawasi. Kalau mereka diam, artinya sama saja mengkhianati amanah rakyat,” ujarnya lantang.
Tak hanya itu, massa juga akan bergerak ke Polsek Medan Labuhan. Menurut Adi, terdapat laporan dugaan perusakan rumah akibat pembangunan tanpa PBG dan AMDAL yang ditangani Polsek Medan Labuhan sudah dua bulan berjalan namun tak kunjung tuntas. Terlapor juga tidak mau diperiksa dengan alasan telah ada perdamaian dengan pihak yang tidak berkepentingan. “Ini aneh dan lucu. Penyidik Polsek Medan Labuhan seharusnya menindaklanjuti secara profesional. Jangan sampai ada alasan yang merugikan keadilan,” tegasnya.
Adi juga mengingatkan Satpol PP untuk memberikan tindakan sesuai tugas dan fungsi, Perwal, dan Perda. “Jangan sampai masyarakat berasumsi negatif terhadap Satpol PP Kota Medan. Bangunan tanpa PBG dan AMDAL harus ditindak tegas, bukan sekadar ketok cantik. Ada apa Satpol PP Kota Medan dengan pengembang? Ini harus jelas,” katanya.
Adi memastikan aksi damai ini akan berlangsung tertib, tanpa anarkis, namun tetap lantang menyampaikan tuntutan. “Kami akan turun dengan damai, tapi suara rakyat tak bisa lagi dibungkam. Negara harus hadir untuk rakyat, bukan hanya untuk kelompok tertentu.”
Lebih lanjut, Adi Lubis juga mengucapkan selamat kepada Kapolrestabes Medan yang baru, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak. “Semoga beliau dapat memperbaiki citra kepolisian yang mulai memudar di mata masyarakat. Kami cinta kepolisian, tetapi kami benci oknum yang nakal. Tugas kita bersama mendukung Polri yang presisi, bersih, dan jujur. Oknum polisi yang bermain dan nakal harus dibersihkan agar institusi Polri kembali ke jati dirinya: melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan dicintai masyarakat, bukan menjadi momok menakutkan, terutama bagi masyarakat kecil. Selamat bertugas, Pak Kapolrestabes yang baru.”
🟥 Yuli Asri Nasution | GeberNews.com
🗣️ Mengungkap Segala Fakta








