MEDAN /:GeberNews.com – Peringatan Hari Jadi Kota Medan ke-436 tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial tahunan yang dipenuhi kegiatan simbolis. Lebih dari itu, momentum bersejarah ini harus dijadikan sebagai titik balik bagi Pemerintah Kota Medan untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa kepemimpinan yang dijalankan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat melalui karya nyata, bukan sekadar janji maupun retorika politik.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, saat diwawancarai pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Sekretariat DPP LSM TKN Kompas Nusantara, Jalan Prof. H.M. Yamin, SH No. 202, Medan.
Adi Warman Lubis yang juga menjabat sebagai Ketum Pagar UNRI Prabowo–Gibran untuk Rakyat Indonesia serta Pemimpin Umum (PU) Media Online GeberNews.com menegaskan bahwa sebagai bagian dari masyarakat, pihaknya mendukung seluruh program pembangunan yang dijalankan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Namun, menurutnya, dukungan tersebut harus dijawab dengan bukti konkret yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami siap mendukung seluruh program Pemerintah Kota Medan demi kemajuan daerah ini. Tetapi masyarakat juga memiliki harapan besar agar semua program tersebut benar-benar diwujudkan melalui kerja dan karya nyata, bukan hanya pandai menyampaikan janji atau kata-kata. Rakyat membutuhkan bukti, bukan sekadar retorika,” tegas Adi Warman Lubis.
Menurutnya, Kota Medan membutuhkan sosok pemimpin yang berani mengambil keputusan, tegas dalam bertindak, kuat menghadapi berbagai tekanan, serta konsisten membela kepentingan masyarakat di atas kepentingan golongan maupun kelompok tertentu.
“Kota Medan membutuhkan pemimpin yang tegas, kuat, berintegritas, dan benar-benar berpihak kepada rakyat. Jangan menjadi pemimpin yang hanya manut atau mengikuti kepentingan kelompok tertentu. Kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adi Warman Lubis menyoroti masih maraknya berbagai penyakit masyarakat yang hingga kini menjadi persoalan serius di Kota Medan. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian utama Pemerintah Kota Medan apabila ingin mewujudkan kota yang aman, nyaman, dan layak dihuni.
“Ke depan Kota Medan harus benar-benar bersih dari segala bentuk penyakit masyarakat. Praktik perjudian, penyalahgunaan narkoba, aksi begal, prostitusi, serta berbagai bentuk penyakit sosial lainnya harus diberantas secara serius dan tanpa pandang bulu. Inilah tantangan besar yang harus dijawab oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan,” katanya.
Ia menilai keberhasilan seorang kepala daerah tidak diukur dari banyaknya slogan, pencitraan, ataupun seremoni, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai yang menikmati kesejahteraan hanya para pejabat, sementara masyarakat tetap hidup dalam kesulitan. Pemerintah harus mampu menghadirkan rasa aman, menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta memberikan pelayanan publik yang cepat, bersih, transparan, dan berkualitas,” tegasnya.
Adi Warman Lubis berharap Hari Jadi Kota Medan ke-436 menjadi momentum evaluasi sekaligus refleksi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Medan untuk terus berbenah dan memperbaiki berbagai sektor pembangunan.
“Peringatan hari jadi ini hendaknya menjadi momentum bagi Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota Medan untuk terus melakukan pembenahan, memperbaiki tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta membangun Kota Medan menjadi kota yang lebih maju, aman, bersih, tertib, dan semakin menyejahterakan rakyatnya,” ungkapnya.
Di akhir wawancara, Adi Warman Lubis mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal jalannya pembangunan Kota Medan agar cita-cita menjadikan Medan sebagai kota metropolitan yang maju, bersih, aman, dan bermartabat benar-benar dapat diwujudkan.
“Kita semua tentu menginginkan Kota Medan menjadi kota yang semakin maju dari tahun ke tahun. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan beriringan. Kritik yang kami sampaikan bukan untuk menjatuhkan siapa pun, tetapi sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral agar Kota Medan benar-benar menjadi kota yang membanggakan, masyarakatnya semakin sejahtera, dan pembangunan yang dilakukan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga,” pungkas Adi Warman Lubis.
(Redaksi)







