Hilirisasi Mineral Jadi Strategi Perkuat Kedaulatan Ekonomi Indonesia

0
30

Medan | GeberNews.com – Penguatan hilirisasi mineral dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Pengelolaan kekayaan mineral tidak lagi cukup berhenti pada aktivitas eksplorasi dan produksi bahan mentah. Sumber daya yang berasal dari bumi Indonesia perlu diolah lebih lanjut melalui pengembangan industri hilir agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara lebih luas di dalam negeri.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), Hatta Ridho, mengatakan Indonesia memiliki kekayaan mineral yang besar sehingga pengelolaannya harus diarahkan pada penciptaan nilai tambah di dalam negeri.

“Selama ini kita sering hanya berpikir bahwa Indonesia memproduksi, menggali, kemudian mengirimkan hasilnya. Padahal, yang lebih penting adalah bagaimana melakukan hilirisasi dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri,” kata Hatta dalam sosialisasi MediaMIND 2026 oleh INALUM di USU Medan, Kamis (3/9/2026).

Menurut Hatta, hilirisasi membuka peluang besar untuk mengoptimalkan berbagai komoditas mineral strategis. Selain meningkatkan nilai ekonomi, industri berbasis mineral juga berpotensi memperluas lapangan kerja sekaligus memperkuat kapasitas industri nasional.

Dengan demikian, manfaat dari kekayaan alam Indonesia tidak hanya dinikmati pada tahap produksi bahan mentah, tetapi dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar melalui rantai industri di dalam negeri.

Peran tersebut tercermin dalam ekosistem hilirisasi terintegrasi yang dikembangkan MIND ID melalui perusahaan anggota grup, yakni ANTAM, Bukit Asam, INALUM, dan TIMAH.

“Pengelolaan komoditas seperti nikel, aluminium, bauksit, timah, hingga emas terus dikembangkan agar menghasilkan manfaat ekonomi yang semakin besar sekaligus terhubung dengan agenda pembangunan dan kedaulatan ekonomi,” jelasnya.

SDM Jadi Faktor Penting

Hatta juga menekankan bahwa penguatan industri mineral harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, generasi muda, khususnya mahasiswa, perlu memiliki pemahaman mengenai posisi strategis sumber daya alam dalam pembangunan nasional. Mahasiswa juga diharapkan mampu melahirkan gagasan baru agar kekayaan mineral Indonesia dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Pemahaman tersebut dinilai semakin penting seiring kebijakan pemerintah yang terus mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah SDA.

Melalui kompetisi MediaMIND 2026 yang mengusung tema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri”, mahasiswa didorong untuk menggali berbagai gagasan mengenai pengelolaan sumber daya alam, hilirisasi, serta kontribusi industri mineral terhadap penguatan kedaulatan ekonomi Indonesia.

Kompetisi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperkuat pemahaman mengenai peran strategis industri pertambangan nasional dalam pembangunan ekonomi.

“Suatu saat, para anak muda Indonesia akan menggantikan para pemimpin hari ini. Karena itu, dari sekarang harus mulai berpikir dan memberikan gagasan,” pungkas Hatta.

(Dodi Rikardo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini