LAKSI: Program MBG Harus Tetap Berjalan, Efisiensi Anggaran dan Perbaikan Tata Kelola Wajib Dikawal Demi Masa Depan Generasi Bangsa

0
11

Jakarta | GeberNews.com – Dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat di sejumlah daerah, mulai dari Jakarta, Karawang, Makassar, Cianjur, Nusa Tenggara Barat hingga Sumatera Barat. Program tersebut dinilai memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan pelaku UMKM.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Dayeng, disebut tengah melakukan langkah-langkah strategis berupa efisiensi anggaran, evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program, serta refocusing penerima manfaat agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Kebijakan tersebut mencakup pengalihan prioritas ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), moratorium pembangunan dapur baru, audit operasional dapur, serta pemanfaatan pendanaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan hibah luar negeri.

Fokus program diarahkan kepada kelompok prioritas, yakni ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan peserta didik, sehingga manfaat anggaran negara dapat dirasakan secara lebih efektif dan akuntabel.

Menanggapi berbagai langkah tersebut, Koordinator Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI), Hidzaqi, menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

“Kami mengapresiasi langkah Kepala Badan Gizi Nasional yang melakukan efisiensi anggaran sekaligus memperbaiki tata kelola Program MBG. Kebijakan tersebut menunjukkan komitmen agar program berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan tidak menjadi beban bagi keuangan negara,” ujar Hidzaqi dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).

Menurut Hidzaqi, kebijakan penyesuaian distribusi makanan menjadi lima hari dalam sepekan, evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga penghentian sementara penyaluran selama masa libur sekolah merupakan bagian dari upaya memperkuat efektivitas program.

Ia menilai, langkah efisiensi tersebut berpotensi menghasilkan penghematan anggaran yang signifikan tanpa mengurangi tujuan utama Program MBG, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mempercepat penurunan angka stunting.

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa. Karena itu, seluruh elemen masyarakat, media, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan aktivis harus bersama-sama mengawal pelaksanaannya agar berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah,” tegas Hidzaqi.

Hidzaqi juga menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG akan menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Program MBG harus sukses. Penguatan tata kelola, transparansi, dan efisiensi anggaran harus menjadi prioritas sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ini bukan sekadar program bantuan, tetapi investasi bagi masa depan generasi Indonesia,” pungkasnya.

(Ril/Redaksi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini