

DELI SERDANG | GeberNews-Warga Desa Pantai Labu Pekan, Dusun I, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas, Selasa (24/03/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Penemuan mayat tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sosok pria yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan dalam kondisi terlentang di pinggir jalan, memicu kepanikan dan rasa penasaran masyarakat yang melintas di lokasi.
Informasi yang dihimpun, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Yahya, yang tinggal di Dusun I Desa Pantai Labu Pekan. Saat itu, Yahya yang sedang melintas melihat tubuh korban tergeletak kaku. Karena merasa curiga, ia mencoba membangunkan korban, namun tidak mendapatkan respons sedikit pun.
Menyadari kondisi tersebut, Yahya segera melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian setempat. Tak lama berselang, personel dari Polsek Pantai Labu langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga merupakan seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sudah cukup lama terlihat berkeliaran di wilayah tersebut. Warga sekitar mengaku kerap melihat korban mondar-mandir selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Untuk memastikan identitas dan penyebab kematian, Tim Inafis yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP secara menyeluruh. Proses identifikasi awal dilakukan dengan teliti guna mengungkap kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan atau faktor lain yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas korban serta penyebab pasti kematiannya. Polisi juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke kantor polisi terdekat.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius warga setempat, sekaligus mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap keberadaan orang-orang rentan di lingkungan sekitar.
(Drong)








