

Medan | GeberNews.com – Peduli kemanusiaan, mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Stambuk 2023 menggelar aksi penggalangan donasi bagi korban bencana alam sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Desember 2025, berlokasi di Bundaran SIB, Kota Medan.
Aksi sosial ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para pengguna jalan dan warga sekitar tampak antusias berpartisipasi dengan menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu para korban bencana alam yang terdampak musibah di sejumlah wilayah, di antaranya Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Sejumlah mahasiswa yang bertindak sebagai orator aksi, yakni Bayu Pradipta, Dian Syahputra, Syahru Maulana, dan Azhari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi langsung dari nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan yang menjadi ruh pembelajaran di Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam. Mahasiswa, kata mereka, tidak hanya dituntut memahami teori di ruang kelas, tetapi juga harus mampu hadir dan berperan aktif di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong, baik di kalangan mahasiswa maupun masyarakat luas. Donasi yang terkumpul akan kami salurkan kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana alam dan sangat membutuhkan uluran tangan,” ujar para orator.
Selain menjadi wujud kepedulian, aksi penggalangan donasi ini juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa dalam mengelola kegiatan sosial, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran generasi muda dalam gerakan kemanusiaan.
Sebagai tindak lanjut, bantuan hasil penggalangan donasi tersebut disalurkan ke Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, pada 14 Desember 2025. Penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan relawan Satuan Tugas Radio Antar Penduduk Indonesia dan pihak terkait lainnya guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Mahasiswa PMI UINSU Medan Stambuk 2023 juga menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengelolaan donasi. Seluruh bantuan yang diterima dicatat secara terbuka dan disalurkan langsung kepada warga terdampak bencana.
“Setiap uluran tangan, sekecil apa pun, adalah cahaya harapan bagi saudara-saudara kita di Sumatera yang tengah berjuang bangkit dari bencana,” ungkap mereka.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PMI UINSU Medan Stambuk 2023 berharap dapat menjadi bagian dari penguatan nilai kepedulian, ukhuwah Islamiyah, serta semangat gotong royong dalam membantu masyarakat bangkit dan menata kembali kehidupan pasca bencana.
(Abd. Halim)








