

Medan | GeberNews.com — Peringatan Hari Ulang Tahun Maha Dewa Thai Shang Lao Jun ke-2502 digelar meriah dan penuh khidmat oleh Persatuan Agama Khonghucu Indonesia Sumatera Utara (Parakhin Sumut), Selasa 3 Februari 2026, di Klenteng Cie Ke-ci Kiong, Jalan Pukat Banting II No. 52 Medan, sebagai penegasan nilai ketuhanan, kebijaksanaan, dan persatuan lintas umat di tengah dinamika sosial keagamaan.

Ratusan umat Tao dan Khonghucu dari berbagai daerah hadir memberikan penghormatan kepada sosok yang diyakini sebagai Dewa Tertinggi. Prosesi berlangsung sakral dengan rangkaian sembahyang bersama, pembacaan doa, serta persembahan simbolis yang sarat makna spiritual. Nuansa religius terasa kuat sejak awal hingga akhir kegiatan.

Ketua Parakhin Sumut Ir WS Djohan Adjuan dalam sambutannya menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan nilai ajaran luhur yang harus dijaga dan diamalkan. Ia menjelaskan bahwa hari besar Maha Dewa Tai Shang Lao Jun secara penanggalan sebenarnya jatuh pada tanggal 15 bulan 5 Imlek, namun peringatan dilaksanakan menyesuaikan momentum kebersamaan umat.
Ia juga menguraikan jejak spiritual Tai Shang Lao Jun yang diyakini tiga kali turun ke bumi dalam wujud berbeda. Pertama sebagai Ban Ku Shi yang dipercaya menciptakan dunia, kedua sebagai Huang Ti, kaisar bijaksana yang membawa tatanan peradaban, dan ketiga sebagai Lao Zi, filsuf agung penulis Tao Te Ching yang menjadi fondasi pemikiran Taoisme. Penjelasan itu disambut antusias umat sebagai penguatan pemahaman ajaran.
Panitia menekankan bahwa peringatan ini harus menjadi momentum memperkokoh keimanan sekaligus menjaga kesinambungan tradisi. Nilai kebijaksanaan, kesederhanaan, dan keseimbangan hidup yang diajarkan Tai Shang Lao Jun dinilai tetap relevan sebagai penuntun moral di era modern yang serba cepat dan keras.
Kegiatan tidak hanya berfokus pada ritual utama, tetapi juga diisi aktivitas sosial dan ramah tamah antarumat sebagai bentuk penguatan persaudaraan. Interaksi lintas komunitas tampak hangat, menunjukkan wajah toleransi dan harmoni yang nyata di Kota Medan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPP FKIB Ustadz Martono bersama jajaran pengurus DPP FKIB di antaranya Niar Sijabat dan Kabid Media Centre DPP FKIB Askar Marlindo. Hadir pula para pengurus Jamaah Islam Ahmadiyah yang dipimpin Ustadz Idris. Kehadiran berbagai unsur lintas organisasi keagamaan menjadi sinyal kuat bahwa ruang dialog dan saling menghormati tetap terjaga.
Perayaan ini menegaskan bahwa nilai ketuhanan dan kebijaksanaan tidak boleh berhenti di altar ibadah, tetapi harus nyata dalam sikap hidup, toleransi, dan kontribusi sosial. Momentum spiritual harus berbuah pada tindakan moral, bukan sekadar seremoni.
(Dodi Rikardo Sembiring)








