Medan | — Raja Fanny Fatahillah, akademisi muda berusia 29 tahun, mencatat sejarah baru di dunia pendidikan tinggi Indonesia setelah menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Al Washliyah (UNIVA) Labuhanbatu hanya selama lima hari. Dengan masa jabatan tersingkat tersebut, ia sekaligus menjadi rektor termuda di Indonesia.
Penunjukan Raja Fanny sebagai Plt Rektor berlangsung pada Senin, 15 September 2025, dan berakhir pada Sabtu, 20 September 2025. Pencapaian unik ini bahkan berpotensi dicatatkan dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Meski hanya sebentar, momen tersebut dinilai memiliki nilai berita yang signifikan karena sangat jarang terjadi di lingkungan akademis. Raja Fanny mengungkapkan, pengunduran dirinya didasari pertimbangan pribadi serta niat baik memberi ruang bagi sosok yang lebih senior dan berpengalaman demi kemajuan UNIVA Labuhanbatu.
“Menjabat sebagai Plt Rektor, meskipun hanya dalam hitungan hari, merupakan kehormatan dan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan,” ujarnya.
“Keputusan untuk mengundurkan diri adalah langkah yang saya ambil setelah mempertimbangkan secara matang demi menjaga stabilitas dan nama baik UNIVA Labuhanbatu ke depannya. Saya berharap universitas ini terus maju di bawah kepemimpinan yang baru,” tambahnya.
Selain soal durasi, pengalaman Raja Fanny di usia muda sebagai pimpinan tertinggi universitas juga menjadi sorotan. Rekor ini mencerminkan potensi sekaligus kepercayaan yang diberikan kepada generasi muda untuk memimpin.
Tim MURI, yang dikenal sering mencatat rekor unik, diperkirakan akan melakukan verifikasi terhadap pencapaian ini.
Raja Fanny menutup dengan harapan agar tetap dapat berkontribusi di dunia pendidikan melalui peran yang berbeda. Sementara itu, catatannya sebagai rektor tersingkat dan termuda akan menjadi pengingat tentang dinamika kepemimpinan di perguruan tinggi.







