Sorry Dodi

0
39

Sorry Dodi,
langkah ini kadang keliru memilih arah,
terseret pada kisah yang tak seharusnya dijalani,
namun tetap dilalui tanpa banyak tanya.

Sorry Dodi, menyintai wanita kepala lima,
bukan soal usia, tapi tentang jalan yang berbeda,
tentang jarak yang tak kasat mata,
yang perlahan mengubah cara pandang dunia.

Sorry Dodi, menyukai wanita yang suka mengadu domba,
yang kata-katanya memecah tenang jadi gaduh,
yang hadirnya bukan menenangkan,
melainkan menambah riuh di dalam langkah.

Sorry Dodi, memilih wanita yang punya harta dan uang banyak,
sementara aku lelaki tak punya apa-apa,
tak ada yang bisa dibanggakan,
hanya berdiri dengan diri yang seadanya.

Sorry Dodi, dijadikan kambing congek,
datang saat dipanggil, pergi tanpa dianggap,
kadang seperti babu tanpa suara,
hidup seolah di bawah ketiak wanita.

Sorry Dodi,
semua ini bukan tentang benar atau salah,
tapi tentang bagaimana seseorang diposisikan,
dan bagaimana harga diri perlahan diuji.

Sorry Dodi,
yang terlihat kuat belum tentu dihargai,
yang diam belum tentu tak terluka,
yang bertahan belum tentu bahagia.

Sorry Dodi, selama ini kami hanya berteman biasa,
tak lebih dari sekadar hubungan tanpa makna dalam,
yang tampak dekat hanyalah bayang,
yang dianggap penting ternyata hanya pelengkap.

Sorry Dodi,
biarlah semua ini menjadi pelajaran,
agar langkah ke depan tak lagi tersesat,
dan harga diri tak lagi ditukar dengan keadaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini