Surat Terbuka Guncang Masjid Baitul Qudus, Jamaah Siap Jual Rumah

0
102

GeberNews.com | Batang Kuis — Sebuah surat terbuka dari jamaah bernama Abdul Hadi mengguncang suasana Masjid Baitul Qudus di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis.

Surat tersebut mengungkap dugaan persoalan keuangan, krisis empati, hingga polemik internal yang kini menjadi sorotan publik.

Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua BKM Masjid Baitul Qudus dan jajaran pengurus, Abdul Hadi menyoroti pengumuman berulang terkait laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus lama yang disebut belum diselesaikan.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui mimbar masjid di hadapan jamaah. Padahal, menurutnya, hal itu seharusnya menjadi ranah internal, bukan konsumsi publik.

“Apa yang seharusnya menjadi urusan internal, kini diumumkan di ruang ibadah. Ini berpotensi menggerus kehormatan seseorang,” tulis Abdul Hadi.

Ia menegaskan tidak memiliki kepentingan pribadi, namun sebagai jamaah yang rutin beribadah, ia merasa terpanggil untuk bersuara ketika nilai keadilan dan kepatutan dinilai mulai terabaikan.

Sorotan tajam juga diarahkan pada kondisi ketua BKM lama yang disebut tengah sakit serius dan menjalani cuci darah. Dalam situasi tersebut, pengumuman terbuka dinilai bukan lagi sekadar penyampaian administrasi, tetapi sudah mengarah pada tekanan moral.

“Apakah tidak ada rasa empati sedikit pun?” tulisnya, mempertanyakan sikap pengurus.

Abdul Hadi juga mengingatkan pentingnya menjaga aib sesama, sebagaimana diajarkan dalam nilai-nilai keagamaan. Ia menilai persoalan pribadi tidak seharusnya disampaikan secara terbuka tanpa mempertimbangkan dampak sosial dan psikologis.

Sebagai solusi, ia mendorong penyelesaian melalui musyawarah dengan melibatkan pihak berwenang, seperti Muspika kecamatan, Kapolsek, Camat, hingga Danramil, agar persoalan dapat ditangani secara objektif dan adil.

Namun, bagian paling menyita perhatian adalah pernyataannya yang siap menanggung dugaan kekurangan dana tersebut.

“Saya siap membayarkan, bahkan menjual rumah pribadi saya jika diperlukan,” tulisnya. Ia juga menyatakan kesiapannya membuat perjanjian resmi di hadapan notaris.

Langkah ini memunculkan berbagai reaksi. Di satu sisi dinilai sebagai bentuk kepedulian, namun di sisi lain juga mencerminkan besarnya tekanan yang dirasakan hingga mendorong pengorbanan pribadi.

Di akhir suratnya, Abdul Hadi menegaskan bahwa tindakannya semata-mata demi kebaikan masjid dan mengharapkan ridha Allah SWT. Ia berharap polemik tidak semakin meluas dan hubungan antarjamaah tetap terjaga.

Surat tersebut turut ditembuskan kepada sejumlah pihak, di antaranya Camat Batang Kuis, Kapolsek, Danramil, Kepala KUA, Kepala Desa Tanjung Sari, tokoh agama, hingga jamaah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengurus masjid. Namun, polemik ini telah memicu perbincangan luas di tengah masyarakat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik yang tidak dikelola dengan bijak dapat merusak kepercayaan, mengikis empati, dan mencederai kesucian ruang ibadah.

Publik kini menanti penyelesaian yang adil dan bermartabat agar persoalan tidak semakin melebar.

(Red/Ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini