Tangkal Radikalisme, Ustaz Muhyiddin: Pancasila Selaras dengan Islam, Khilafah Tak Cocok Diterapkan di Indonesia

0
555

Medan | GeberNews.com – Faham khilafah dinilai tidak relevan untuk diterapkan di Indonesia yang majemuk. Hal ini ditegaskan Ustaz Muhyiddin Nasution, S.Pdi dalam kegiatan Sosialisasi Pancasila Sebagai Ideologi Negara Dalam Menghempang Penyebaran Faham Khilafah di Masjid Al-Muhajirin, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas, Rabu (7/5/2025).

Dalam paparannya di hadapan jamaah Pengajian Nurhasanah, Ustaz Muhyiddin yang juga Dewan Dakwah Al-Washliyah Sumut menegaskan bahwa Pancasila adalah ideologi final bangsa Indonesia dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

“Sejak Indonesia merdeka, ideologi kita adalah Pancasila dan itu tidak bisa diubah. Justru Pancasila adalah rumusan syariat Islam yang sudah diterapkan secara konstitusional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika nilai-nilai Pancasila diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, maka Indonesia akan menjadi negeri yang aman, damai dan diberkahi, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum mengamalkannya secara utuh.

“Kalau lima sila itu benar-benar hidup di hati masyarakat, tak ada lagi yang miskin, tak ada lagi yang terpinggirkan. Tapi hari ini banyak orang pintar, tapi tak beradab. Itulah akar dari kekacauan negeri ini,” jelas Ustaz Muhyiddin, yang juga menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Gerakan Da’i Mengaji Sumut.

Ia pun mengajak para jamaah untuk mengamalkan Pancasila sebagai bentuk nyata ibadah dan kecintaan pada tanah air.

“Hidup yang berkah akan melahirkan banyak kebaikan. Pancasila itu sumber keberkahan jika diamalkan dengan benar,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi ini, menurutnya, sangat penting dilakukan secara terus-menerus untuk menangkal penyebaran paham radikal dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

“Kami sudah lakukan di beberapa pengajian, dan ini akan kami lanjutkan. Kami harap unsur lain juga ikut ambil bagian agar masyarakat makin kuat dalam menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.

Tim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini