Ujian Perdana Hadapi Port FC, Mantan Humas TASBI FC Dodi Rikardo Sembiring: PSMS Jangan Cuma Jadi Pelengkap di Piala Presiden 2026

0
24

Medan – Langkah PSMS Medan di ajang Piala Presiden 2026 akan langsung mendapat ujian berat. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu dijadwalkan menghadapi juara bertahan asal Thailand, Port FC, pada laga perdana Grup B di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (26/7/2026). Pertandingan tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi PSMS untuk membuktikan bahwa kehadiran mereka di turnamen pramusim bergengsi itu bukan sekadar sebagai pelengkap.

Mantan Humas TASBI FC sekaligus Anggota Divisi III PSMS Medan, Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos, mengatakan kesempatan yang diberikan kepada PSMS harus dijawab dengan semangat juang dan permainan yang mampu menunjukkan identitas klub besar. Menurutnya, status sebagai satu-satunya tim dari kasta Championship yang diundang merupakan sebuah kehormatan sekaligus tantangan yang wajib dijawab dengan prestasi di lapangan.

“PSMS harus menjadikan pertandingan melawan Port FC sebagai pembuktian. Jangan datang hanya untuk meramaikan turnamen. Klub ini punya sejarah besar, punya suporter yang luar biasa, jadi pemain harus membawa mental bertanding sejak peluit pertama dibunyikan. Bah, jangan ciut hanya karena lawannya juara bertahan,” kata Dodi saat ditemui di Terasku Cafe, Senin (20/7/2027).

Menurut Dodi, Port FC memang bukan lawan yang mudah. Selain berstatus juara bertahan, klub asal Thailand itu juga diperkuat pemain-pemain berkualitas, termasuk bek Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam. Namun, ia menilai justru pertandingan seperti inilah yang dibutuhkan PSMS untuk mengukur kemampuan tim sebelum menghadapi kompetisi resmi.

“Kalau mau naik kelas, ya harus berani menghadapi tim yang lebih kuat. Dari pertandingan seperti ini pelatih bisa melihat apa yang masih kurang, pemain juga bisa membuktikan kualitasnya. Jangan takut duluan. Dalam sepak bola, yang menentukan bukan nama besar lawan, tapi bagaimana semangat dan kerja keras di lapangan,” ujarnya.

Setelah menghadapi Port FC, PSMS masih harus melakoni dua pertandingan berat lainnya melawan Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta yang kini ditangani Shin Tae-yong. Dodi menilai jadwal tersebut memang tidak ringan, tetapi menjadi kesempatan emas bagi seluruh pemain untuk menunjukkan bahwa Ayam Kinantan masih memiliki daya saing menghadapi klub-klub elite.

“Justru ini kesempatan yang tidak datang setiap musim. Kalau mampu tampil baik melawan tim-tim besar, kepercayaan diri pemain akan meningkat. Suporter juga ingin melihat PSMS bermain berani, bukan hanya bertahan sepanjang pertandingan. Menang atau kalah itu bagian dari sepak bola, tapi semangat juangnya jangan pernah hilang,” katanya.

Ia berharap seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih hingga manajemen, menjadikan Piala Presiden sebagai pijakan untuk mengembalikan kejayaan PSMS. Menurutnya, nama besar Ayam Kinantan harus kembali diperhitungkan di pentas sepak bola nasional.

“PSMS ini bukan klub kecil. Sejarahnya panjang dan prestasinya sudah banyak. Sekarang tinggal bagaimana semua yang ada di dalam tim bekerja keras untuk mengembalikan marwah itu. Saya yakin kalau pemain tampil dengan hati dan penuh tanggung jawab, masyarakat Sumatera Utara akan kembali bangga melihat PSMS bersaing dengan tim-tim terbaik Indonesia,” tutur Dodi.

Bagi Dodi Rikardo Sembiring, pertandingan melawan Port FC bukan hanya menjadi laga pembuka Piala Presiden 2026, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bahwa PSMS Medan masih memiliki karakter sebagai klub besar yang layak kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.

(Redaksi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini