

Medan | GeberNews.com — Suasana haru dan kekhusyukan menyelimuti lantai 4 Mesjid Raya Pusat Pasar Medan, Jumat sore (27/6/2025), saat ratusan pedagang dan jamaah larut dalam tausiah penuh makna yang disampaikan oleh dai nasional Ustadz Solmed. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah oleh TKN Kompas Nusantara bersama Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Appsindo).
Dalam ceramahnya, Ustadz Solmed mengangkat sosok Nabi Muhammad SAW sebagai pedagang mulia yang menjunjung tinggi nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam setiap transaksi. Ia menekankan pentingnya menghidupkan empat sifat utama Rasulullah dalam berdagang: Shiddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Fathanah (cerdas), dan Tabligh (menyampaikan kebenaran).
“Nabi berdagang sejak muda. Di Pasar Madinah, beliau selalu jujur. Modal disebutkan, untungnya sedikit, dan semuanya terbuka. Tidak ada manipulasi,” ujar Ustadz Solmed disambut anggukan para pedagang.
Ia juga menyoroti realitas perdagangan modern yang kerap diwarnai kebohongan dari kedua belah pihak—penjual dan pembeli.
“Pembeli sering bilang ‘di tempat lain lebih murah’, padahal belum tentu. Penjual bilang ‘ini harga terendah’, tapi untungnya besar. Cara seperti itu jauh dari teladan Nabi,” tegasnya.
Ceramah menjadi makin menggugah ketika Ustadz Solmed membagikan kisah Rasulullah SAW yang menunggu pembeli selama tiga hari hanya karena janji.
“Rasulullah tak pernah mengingkari komitmen. Inilah akhlak yang membuat beliau dipercaya dan dicintai,” tambahnya.
Ia juga meluruskan pandangan keliru bahwa Nabi adalah orang miskin.
“Nabi kaya. Mahar untuk Khadijah itu 270 gram emas dan 20 ekor unta. Tapi beliau dermawan. Hartanya habis untuk jihad, sedekah, dan ummat. Itu bukan miskin, itu mulia,” jelasnya, dibalut canda yang mencairkan suasana.
Cinta untuk Alquran: Donasi Mengalir Deras dari Pedagang Pasar
Usai tausiah, acara dilanjutkan dengan momen penuh makna: penggalangan donasi mushaf Alquran senilai Rp100.000 per mushaf, yang akan disalurkan ke pelosok-pelosok Sumatera Utara.
Donasi dibuka oleh Ketua Appsindo Medan, disusul oleh Ketua Umum TKN Kompas Nusantara sekaligus Ketua Panitia, Adi Warman Lubis, yang menyerahkan belasan mushaf sambil mengajak hadirin mendoakan almarhum orangtuanya.
Tanpa dikomando, para pedagang dan tamu undangan satu per satu maju memberikan donasi. Semangat berbagi terlihat nyata di wajah mereka.
“Ini amal jariyah. Selama Alquran ini dibaca, pahala terus mengalir kepada para donatur,” ujar salah seorang tokoh yang turut menyumbang.
Ukhuwah Islamiyah yang Hangat di Tengah Riuhnya Pasar
Acara ditutup dengan sesi6 silaturahmi dan foto bersama. Keakraban terlihat jelas saat para pedagang dan tokoh pasar bergantian berswafoto dengan Ustadz Solmed. Tak hanya sebagai pengisi acara, ia hadir sebagai sahabat umat.
Sebelum meninggalkan lokasi, Ustadz Solmed juga menyempatkan berdiskusi hangat bersama panitia dari TKN Kompas Nusantara dan Appsindo—menandai akhir dari tabligh akbar yang tidak hanya menghadirkan ilmu dan hikmah, tetapi juga memperkuat jalinan persaudaraan.
Acara ini membuktikan bahwa pasar bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga ruang dakwah, ruang berbagi, dan ladang pahala.
(Dodi Rikardo Sembiring)








