

Medan | GeberNews.com – Momentum Ramadhan benar-benar dimanfaatkan Pemerintah Kota Medan untuk menegaskan soliditas dan kepedulian sosial. Hal itu terlihat dalam kegiatan “Bapenda Peduli & Buka Puasa Bersama” yang digelar Badan Pendapatan Daerah Kota Medan, Rabu (4/3/2026), dengan kehadiran langsung Wali Kota Medan, Rico Waas, dan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap.

Kehadiran dua pucuk pimpinan kota tersebut bukan sekadar formalitas. Di tengah sorotan publik terhadap kinerja pelayanan dan optimalisasi pendapatan daerah, momen ini menjadi penegasan bahwa jajaran Pemko Medan dituntut tetap solid, responsif, dan berpihak kepada masyarakat.
Berlokasi di halaman Kantor Bapenda Kota Medan yang disulap menjadi pusat kegiatan, suasana berlangsung tertib dan penuh makna. Tenda besar dan panggung utama berdiri kokoh dengan balutan spanduk bertema kepedulian Ramadhan, menegaskan komitmen kebersamaan. Sejak sore, para pejabat dan pegawai duduk rapi menanti waktu berbuka, mencerminkan disiplin dan kekompakan internal.
Sorotan utama tertuju pada interaksi langsung wali kota dan wakil wali kota dengan jajaran pegawai. Tanpa sekat protokoler berlebihan, keduanya berbaur, menyalami, dan berbincang santai. Gestur tersebut memperlihatkan kepemimpinan yang membangun kedekatan sekaligus memperkuat loyalitas dan semangat kerja aparatur.
Dalam sambutannya, pimpinan daerah menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum evaluasi diri dan penguatan integritas. Sebagai institusi strategis penopang pendapatan asli daerah, Bapenda diminta menjaga transparansi, profesionalisme, dan etos pelayanan. Nilai kejujuran serta tanggung jawab ditegaskan sebagai fondasi utama dalam pengelolaan keuangan daerah.
Kegiatan juga diisi tausiyah yang menggarisbawahi eratnya hubungan antara kualitas iman dan kualitas pelayanan publik. Pesan moral yang disampaikan lugas: birokrasi yang bersih lahir dari hati yang bersih.
Tak hanya seremoni, aksi sosial turut mewarnai acara melalui penyerahan bantuan kepada masyarakat. Langkah ini menjadi simbol bahwa kepedulian pemerintah tidak berhenti di lingkup internal, tetapi menjangkau warga yang membutuhkan. Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, Ramadhan dijadikan panggung nyata untuk memperkuat empati sosial.
“Ramadhan adalah saat yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian. Pemerintah harus hadir bukan hanya sebagai pengelola administrasi, tetapi juga sebagai penggerak empati sosial,” tegas Wali Kota.
Acara ditutup dengan doa bersama dan berbuka puasa dalam suasana hangat serta penuh kekeluargaan. Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini menjadi sinyal bahwa Ramadhan di lingkungan Pemko Medan dimaknai sebagai ruang konsolidasi internal sekaligus panggung aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat Kota Medan.
(Dodi Rikardo Sembiring)








