Warga Jalan Damai Desak Pemerintah dan BWSS II Bangun Bronjong di Sungai Belumai: Erosi Capai 70 Meter, Rumah Warga Terbawa Arus

0
264


Deli Serdang | GeberNews.com — Masyarakat Jalan Damai, Dusun 1, Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang, mendesak pemerintah dan Balai Wilayah Sungai Sumatera II (BWSS II) untuk segera membangun bronjong (tanggul pengaman) di sepanjang aliran Sungai Belumai.

Perwakilan warga, Syahrul (50) dan Roslinda (55), menyatakan bahwa lebar Sungai Belumai yang dulunya hanya sekitar 15 meter, kini telah melebar hingga 60–70 meter akibat erosi dan perubahan iklim. “Dulu kami warga sudah rela menyerahkan tanah hingga enam meter untuk bantaran sungai. Tapi sekarang, karena derasnya aliran dan pengikisan tanah, rumah warga mulai terancam,” ujar Syahrul saat ditemui di lokasi, Kamis (8/5/2025).

Dua pekan lalu, sebuah rumah warga dilaporkan terbawa arus akibat erosi hebat, meski tidak ada korban jiwa. Warga menyayangkan respon pihak pemerintah kecamatan yang dinilai hanya datang melihat tanpa tindakan konkret.

“Kalau tidak segera direspon, kami akan turun ke kantor BWSS II di Medan Johor dengan massa yang lebih besar. Ini soal keselamatan kami,” tegas Roslinda.

Kepala Desa Tumpatan Nibung, Sarianto alias Aceng, membenarkan bahwa rumah salah satu warganya benar-benar terseret arus sungai. “Warga kami tidak tinggal di bantaran sungai secara ilegal, mereka punya surat tanah. Tapi karena derasnya aliran, bantaran tergerus habis,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya.

Ia juga menjelaskan bahwa perlu tindakan segera agar tidak jatuh korban jiwa. “Pembangunan bronjong harus dilakukan sebelum kondisi makin parah,” tambahnya.

Dari pantauan di lapangan, tampak kondisi bantaran sungai sangat memprihatinkan. Erosi parah terjadi di sepanjang Jalan Damai, dengan longsoran besar yang membuka lubang lebar di pinggiran jalan, mengancam keselamatan warga.

Masyarakat berharap agar BWSS II dan pemerintah segera merespons aspirasi warga demi mencegah bencana yang lebih besar.

Satria

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini