Tangis Pecah di Perbaungan, Pemuda 19 Tahun Tewas Dalam Laka Maut

0
22

Sergai | GeberNews.com – Suasana dini hari yang seharusnya tenang berubah menjadi duka mendalam di Jalan Umum Medan–Tebing Tinggi, tepatnya di Dusun I, Desa Pematang Sijonam, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (26/05/2026) sekira pukul 02.00 WIB. Tangis keluarga dan rasa kehilangan menyelimuti peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang pemuda berusia 19 tahun.

Kecelakaan maut tersebut melibatkan satu unit sepeda motor Honda Vario BK 4564 XBN dengan satu unit mobil truk Mitsubishi BK 8205 XI. Insiden yang terjadi di tengah gelapnya malam itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban maupun warga sekitar.

Korban pengendara sepeda motor berinisial A.P. (19), warga Kecamatan Perbaungan, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka yang dialaminya. Sementara rekan yang diboncengnya, M.R.S. (17), mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan medis setelah dirujuk ke RS Grandmed Lubuk Pakam.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, sepeda motor yang dikendarai korban datang dari arah Tebing Tinggi menuju Medan. Saat berada di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga bertabrakan dengan mobil truk yang datang dari arah berlawanan.

Yang semakin menambah pilu, usai kejadian pengemudi mobil truk disebut meninggalkan lokasi dan hingga kini masih dalam proses penyelidikan petugas.

Sementara di lokasi, warga bersama aparat berupaya memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban.

Mendapatkan laporan kejadian tersebut, personel Satlantas Polres Sergai bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, mengevakuasi korban, mengamankan barang bukti, serta melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kasat Lantas Polres Sergai, AKP Gokma W. Silitonga, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap identitas pengemudi truk yang meninggalkan lokasi kejadian.

Sementara itu, Kasihumas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, S.H., M.H., mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara dan selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sebuah perjalanan yang tampak biasa dapat berubah menjadi duka dalam hitungan detik. Tawa yang mengiringi keberangkatan terkadang berubah menjadi air mata yang mengiringi kepulangan.

(Dodi R. Sembiring)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini