Jangan Dikucilkan! KISS, YLMI dan TKN Kompas Nusantara Bawa Harapan bagi Warga Binaan, Desak Perbaikan Fasilitas UPT Berastagi

0
109

Berastagi, Karo | GeberNews.com – Di tengah stigma yang masih melekat terhadap warga binaan sosial, Komunitas Indonesia Semua Suku (KISS), Yayasan Lansia Merdeka Indonesia (YLMI), dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara hadir membawa pesan kuat bahwa warga binaan bukan untuk dikucilkan, melainkan dirangkul dan diberi kesempatan untuk bangkit.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan bakti sosial yang digelar di UPT Pelayanan Sosial Wanita Tuna Susila dan Tuna Laras Berastagi, Kabupaten Karo, Minggu (31/5/2026). Selain menyerahkan bantuan kebutuhan pokok dan memberikan dukungan moral kepada warga binaan, rombongan juga menyoroti kondisi sejumlah fasilitas UPT yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Umum KISS, Akiong, Ketua Umum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, serta didukung perwakilan Yayasan Lansia Merdeka Indonesia (YLMI), Ely dan Mindy. Mereka berinteraksi langsung dengan warga binaan, mendengarkan berbagai kisah kehidupan yang penuh perjuangan, sekaligus memberikan motivasi agar tetap optimistis menjalani proses rehabilitasi sosial.

Ketua Umum KISS, Akiong, menegaskan bahwa warga binaan sosial merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki hak yang sama untuk memperbaiki masa depan dan memperoleh kesempatan kedua dalam kehidupan.

“Jangan dikucilkan. Mereka bukan orang yang harus dijauhi. Mereka adalah saudara-saudara kita yang sedang berjuang memperbaiki hidupnya. Yang mereka butuhkan adalah dukungan, perhatian, dan kesempatan untuk bangkit, bukan stigma dan penolakan,” tegas Akiong.

Menurutnya, stigma sosial sering kali menjadi hambatan terbesar dalam proses rehabilitasi. Tidak sedikit warga binaan yang telah berupaya berubah, namun masih kesulitan diterima kembali di tengah masyarakat.

“Ketika seseorang sudah berusaha memperbaiki dirinya, maka masyarakat juga harus membuka pintu bagi mereka. Jangan sampai mereka kembali terpuruk karena terus-menerus dihakimi oleh masa lalunya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi sosial tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam memberikan dukungan kepada warga binaan.

“Kita tidak boleh hanya berbicara tentang kepedulian, tetapi harus mewujudkannya melalui tindakan nyata. Kehadiran kami di sini merupakan bentuk dukungan moral agar para warga binaan tetap memiliki semangat, kepercayaan diri, dan keyakinan bahwa masa depan yang lebih baik masih terbuka bagi mereka,” ujar Adi Warman Lubis.

Menurutnya, masyarakat perlu memberikan ruang bagi warga binaan yang telah menjalani proses pembinaan untuk kembali beradaptasi dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

“Mereka sedang berjuang memperbaiki hidupnya. Karena itu, ketika mereka kembali ke masyarakat, sudah seharusnya kita menyambut dan mendukung proses perubahan tersebut. Kesempatan kedua adalah bagian dari nilai kemanusiaan yang harus kita junjung bersama,” katanya.

Adi juga memberikan apresiasi kepada para petugas dan pendamping UPT yang selama ini bekerja memberikan pelayanan dan pembinaan kepada warga binaan. Namun demikian, ia menilai kondisi sejumlah fasilitas di lingkungan UPT membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Kami melihat dedikasi para petugas sangat luar biasa. Namun pelayanan yang optimal tentu harus didukung fasilitas yang memadai. Karena itu kami berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Sosial dapat segera melakukan perbaikan terhadap bangunan dan sarana yang mengalami kerusakan agar proses rehabilitasi sosial berjalan lebih maksimal,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Lansia Merdeka Indonesia (YLMI), Dr. (HC) Hartono Tjandra, menekankan bahwa setiap manusia berhak mendapatkan perlakuan yang manusiawi tanpa terus-menerus dihakimi oleh masa lalunya.

“Kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari kesalahan atau pengalaman hidup yang pernah dilaluinya. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membantu mereka membangun masa depan yang lebih baik. Mereka berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah masyarakat,” ujar Hartono.

Menurutnya, stigma sosial sering menjadi tantangan terbesar dalam proses rehabilitasi. Oleh karena itu, masyarakat harus turut mengambil peran dalam mendukung proses pemulihan dan pembinaan warga binaan.

“Kita harus menghilangkan stigma negatif terhadap warga binaan. Mereka bukan orang yang harus dijauhi, melainkan saudara-saudara kita yang sedang berjuang bangkit. Jika masyarakat memberikan dukungan dan kesempatan, saya yakin mereka dapat kembali menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.

Hartono juga berharap perhatian pemerintah terhadap fasilitas sosial terus ditingkatkan agar proses rehabilitasi berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang maksimal bagi para penerima manfaat.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau sejumlah fasilitas di lingkungan UPT. Beberapa bagian bangunan terlihat mengalami kerusakan akibat faktor usia dan penggunaan jangka panjang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan serta efektivitas pelayanan dan pembinaan bagi warga binaan.

Karena itu, KISS, YLMI, dan DPP TKN Kompas Nusantara secara bersama-sama meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara untuk memberikan perhatian lebih terhadap kondisi fasilitas UPT Berastagi.

Mereka menegaskan bahwa perhatian terhadap fasilitas sosial bukan hanya soal perbaikan fisik bangunan, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, pembinaan, dan pelayanan yang layak bagi masyarakat yang sedang menjalani proses rehabilitasi sosial.

Kegiatan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Selain menyerahkan bantuan sosial, rombongan juga berdialog dengan pihak pengelola UPT mengenai berbagai kebutuhan yang diperlukan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga binaan.

Melalui kegiatan tersebut, KISS, YLMI, dan DPP TKN Kompas Nusantara berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk peduli terhadap masyarakat yang sedang menjalani rehabilitasi sosial serta menghapus stigma negatif yang selama ini masih melekat.

“Jangan dikucilkan, jangan dilupakan. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang juga membutuhkan perhatian, dukungan, dan kesempatan untuk bangkit,” pungkas Akiong.

(Redaksi GeberNews.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini