Hari Anti Narkotika Internasional 2026, Adi Warman Lubis: Perang Melawan Narkoba Jangan Sekadar Seremoni, Bandar Harus Dihabisi hingga ke Akar

0
29

MEDAN | GeberNews.com – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) ke-38 yang diperingati setiap 26 Juni tidak boleh hanya menjadi agenda seremonial atau kegiatan simbolis semata. Momentum ini harus menjadi pengingat sekaligus panggilan bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat perang terhadap peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum DPP LSM TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, saat memberikan tanggapan terkait peringatan HANI ke-38 Tahun 2026, Sabtu (27/6/2026), di Kantor Sekretariat DPP LSM TKN Kompas Nusantara, Jalan Prof. H.M. Yamin, SH No. 202, Medan.

Menurut Adi Warman Lubis, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pagar UNRI Prabowo–Gibran untuk Rakyat Indonesia, perang melawan narkoba harus menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, media massa, hingga keluarga.

“Perang melawan narkoba tidak boleh berhenti pada slogan dan seremoni tahunan. Negara harus hadir dengan tindakan yang nyata. Bandar, pengedar, jaringan, hingga pihak-pihak yang melindungi bisnis haram ini harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Jangan ada ruang sedikit pun bagi kejahatan narkotika berkembang di negeri ini,” tegas Adi Warman Lubis.

Ia menilai penyalahgunaan narkotika bukan hanya persoalan penegakan hukum, tetapi telah berkembang menjadi ancaman serius terhadap masa depan bangsa karena merusak generasi muda yang merupakan aset utama menuju Indonesia Emas.

“Narkoba adalah musuh bersama. Jika generasi muda rusak karena narkoba, maka bangsa ini akan kehilangan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, pendidikan, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan, hingga penindakan tanpa kompromi terhadap para pelaku kejahatan narkotika,” ujarnya.

Lebih lanjut, Adi Warman Lubis meminta aparat penegak hukum tidak memberikan ruang sedikit pun kepada jaringan narkoba untuk berkembang. Menurutnya, penindakan harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

“Jangan hanya menangkap pengguna di tingkat bawah, sementara bandar besar dan aktor intelektualnya masih bebas menjalankan bisnis haramnya. Masyarakat menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum agar benar-benar membongkar jaringan narkoba sampai ke akar-akarnya,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa keluarga merupakan benteng pertahanan pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Karena itu, orang tua harus lebih peduli terhadap pergaulan anak-anaknya, sementara sekolah dan lingkungan masyarakat perlu terus memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba.

Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak hanya diukur dari banyaknya barang bukti yang disita atau jumlah pelaku yang ditangkap, tetapi juga dari menurunnya angka penyalahgunaan narkotika serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjauhi barang haram tersebut.

Adi Warman Lubis turut mengajak masyarakat agar tidak takut melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

“Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan takut melapor apabila mengetahui adanya peredaran narkoba. Kepedulian masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Adi Warman Lubis yang juga merupakan Pemimpin Umum Media Online GeberNews.com berharap peringatan Hari Anti Narkotika Internasional Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam memerangi narkoba demi mewujudkan Indonesia yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

“Jangan pernah memberi ruang bagi narkoba untuk merusak masa depan anak-anak bangsa. Selamatkan generasi muda hari ini, karena merekalah yang akan menentukan masa depan Indonesia esok hari,” pungkasnya.

(Redaksi)

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini