Status permanen dinilai penting untuk memperkuat efektivitas organisasi dan menjaga pertahanan wilayah pulau-pulau terluar Indonesia.

BANDUNG /GeberNews.com – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.AP., M.M., CHRMP., mendorong agar Batalyon Komposit (Yon Komposit) Gardapati segera ditetapkan sebagai satuan berstatus definitif setelah menjalani masa uji coba selama delapan tahun.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Forum Evaluasi Organisasi (Forev Orgas) Batalyon Komposit Masa Uji Coba Program Kerja Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Komandan Kodiklatad di Ruang Rapat Ganesha II Makodiklatad, Bandung, Selasa (21/7/2026).
Forum membahas berbagai upaya penyempurnaan organisasi Batalyon Komposit, meliputi perubahan struktur organisasi, penambahan fungsi pengawasan internal, peningkatan kemampuan pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), penyempurnaan tugas dan tanggung jawab pejabat, hingga penyesuaian material dan persenjataan.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai menilai masa uji coba yang telah berlangsung selama delapan tahun menjadi dasar kuat bagi penetapan status definitif Yon Komposit Gardapati. Menurutnya, kepastian status organisasi akan memperkuat efektivitas pembinaan satuan sekaligus meningkatkan kesiapan operasional dalam menjaga wilayah strategis nasional.
Pangdam menjelaskan bahwa Yon Komposit Gardapati merupakan satu-satunya batalyon komposit di lingkungan TNI AD yang menjadi kekuatan darat terpadu dalam mengamankan wilayah pulau-pulau terluar Indonesia. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan dan keberlanjutan organisasi satuan tersebut dinilai sangat penting.
Ia juga menekankan perlunya koordinasi dengan Mabes TNI mengingat Yon Komposit merupakan bagian dari Satuan TNI Terintegrasi Kogabwilhan I. Menurutnya, masih terdapat sejumlah kendala dan aspek organisasi yang perlu disempurnakan agar pelaksanaan tugas dapat berjalan semakin optimal.
Menutup forum, Komandan Kodiklatad meminta seluruh masukan dan hasil pembahasan segera ditindaklanjuti sebagai bahan penyempurnaan naskah organisasi. Langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan organisasi yang efektif, efisien, modern, adaptif, dan siap mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI AD dalam menghadapi dinamika tantangan pertahanan di masa mendatang.
(A-R)







