

Pantai Labu | GeberNews.com – ASPEGASS Dorong Pemerintah Terus Salurkan Jagung SPHP, Peternak Unggas Sumut Butuh Kepastian Pasokan Pakan. Ketua Asosiasi Peternak Unggas Sejahtera (ASPEGASS) Kabupaten Deli Serdang, Seng Guan, menyambut positif pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Penguatan Akses Jagung untuk Stabilisasi Harga Jagung dan Telur serta Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara” yang digelar di Gedung Yayasan Nava Dhamasekha, Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Senin (24/11/2025).

- Seng Guan menilai FGD tersebut menjadi ruang strategis bagi peternak untuk menyampaikan berbagai kendala yang selama ini dihadapi, khususnya terkait ketersediaan dan tingginya harga jagung sebagai bahan utama pakan ternak unggas. Ia berharap pemerintah terus melanjutkan dan memperkuat penyaluran jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) agar peternak petelur dapat bertahan di tengah tekanan biaya produksi yang terus meningkat.
“FGD ini cukup baik karena menjadi sarana bertukar informasi sekaligus menyampaikan langsung keluhan peternak agar mendapat solusi dan bisa diakomodir pemerintah. Penyaluran jagung SPHP pada dasarnya sangat membantu peternak yang terkendala pasokan dan harga jagung di pasaran,” ujar Seng Guan kepada wartawan.
Menurutnya, keberadaan jagung SPHP telah memberi napas bagi peternak unggas, terutama saat harga jagung melonjak dan stok di pasar terbatas. Ia menegaskan, keberlanjutan program tersebut sangat dibutuhkan agar peternak tidak terpuruk dan produksi telur tetap terjaga.
“Peternak sangat berterima kasih kepada pemerintah. Dengan adanya jagung SPHP, kami masih bisa bertahan. Harapan ke depan, pemerintah tidak hanya menyalurkan jagung, tetapi juga meningkatkan produksi nasional. Lahan pertanian di dalam negeri sangat luas dan seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan swasembada jagung,” tegasnya.
Seng Guan juga mengungkapkan, peternak petelur di Sumatera Utara memiliki peran penting dalam rantai pasok nasional. Produksi telur dari Sumut tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dipasok ke berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Pulau Jawa. Adapun basis peternak petelur terbesar di Sumut berada di wilayah Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang, Brahrang Kota Binjai, serta Kabupaten Asahan.
Sebelumnya, ASPEGASS menginisiasi FGD “Penguatan Akses Jagung dan Stabilitas Harga Telur untuk Kendali Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Utara” sebagai bagian dari upaya strategis mendukung pengendalian inflasi daerah, khususnya dari sektor pakan ternak dan komoditas pangan unggas.
FGD tersebut menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor, di antaranya perwakilan Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara, Budi Cahyanto, Ketua Perhimpunan Perunggasan Rakyat Indonesia Petelur Nasional Sumut, drh. Fadillah, perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, M. Zakir Syarif Daulay, S.Hut., MM, Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang, Elinasari Nasution, SP., MM, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Utara, Chandra Dalimunthe, S.STP., M.SP.
Keterlibatan lintas sektor tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sinergi kebijakan dan operasional untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, khususnya pada sektor jagung pakan dan peternakan unggas.
Lebih lanjut, FGD ini bertujuan menghimpun pandangan, data lapangan, serta rekomendasi kebijakan terkait permasalahan ketersediaan, keterjangkauan, dan distribusi jagung pakan yang selama ini menjadi faktor utama fluktuasi biaya produksi peternak unggas.
Secara khusus, forum ini diarahkan untuk memperkuat akses peternak unggas terhadap bahan baku pakan dari produksi jagung yang berkelanjutan, terjangkau, dan tepat sasaran, baik melalui produksi lokal maupun dukungan penyaluran jagung pemerintah. Selain itu, FGD juga mendorong stabilisasi harga jagung pakan dan telur ayam melalui koordinasi kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN pangan, dan asosiasi peternak.
Melalui FGD ini, diharapkan dapat diidentifikasi berbagai hambatan struktural dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi jagung, tata niaga, distribusi, hingga pola serapan oleh peternak mandiri. Seluruh hasil diskusi tersebut akan dirumuskan menjadi rekomendasi strategis sebagai masukan bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam pengendalian inflasi pangan berbasis komoditas unggas serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor pertanian jagung, peternakan mandiri, UMKM pakan, dan sentra produksi jagung di Kabupaten Deli Serdang dan wilayah Sumatera Utara.
(Tim)








