Usut Tuntas Penyebar Foto dan Narasi Hoaks terhadap Sekretaris Jenderal PSSI

0
119

Jakarta | GeberNews.com – Usut Tuntas Penyebar Foto dan Narasi Hoaks terhadap Sekretaris Jenderal PSSI menjadi keharusan di tengah maraknya manipulasi informasi di era digital saat ini. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh foto atau gambar editan, khususnya yang dihasilkan melalui teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang kini semakin canggih dan sulit dibedakan dari gambar asli.

Perkembangan teknologi AI memungkinkan siapa saja mengedit foto hanya dalam hitungan detik. Mulai dari mengubah wajah, ekspresi, hingga latar belakang dapat dilakukan dengan sangat mudah. Kondisi ini membuka celah besar bagi pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk memproduksi dan menyebarkan foto editan demi membangun narasi tertentu, termasuk menyebarkan berita bohong atau hoaks kepada publik.

Terbaru, beredar unggahan foto dan narasi hoaks di media sosial yang membangun framing negatif terhadap Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Yunus Nusi. Foto tersebut dimanipulasi seolah-olah menampilkan Sekjen PSSI berada di lokasi perjudian di Singapura. Unggahan tersebut diketahui beredar sejak 13 Desember 2025 dan hingga kini masih menyebar luas, sehingga menimbulkan keresahan dan kegaduhan di tengah masyarakat, khususnya para pendukung PSSI.

Perlu dipahami bahwa foto berbasis AI yang beredar di media sosial sangat mudah dimanipulasi dan disajikan dengan konteks tertentu untuk membentuk persepsi publik yang menyesatkan. Penggiringan opini melalui media visual memiliki daya pengaruh yang sangat kuat karena mampu memengaruhi emosi dan pandangan masyarakat secara cepat, bahkan sebelum fakta yang sebenarnya terungkap.

Koordinator LAKSI, Azmi Hidzaqi, dalam rilisnya menegaskan bahwa penggiringan opini melalui foto manipulatif tersebut bersifat sangat tendensius dan berpotensi memantik kebencian di tengah masyarakat. Ia menilai foto yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan secara fakta dan hukum, sehingga negara perlu turun tangan mengusut siapa dalang di balik penyebaran berita hoaks tersebut.

Menurutnya, penyebaran foto hoaks yang menyerang Sekjen PSSI merupakan bentuk tipuan informasi yang disengaja dengan tujuan menyesatkan publik demi kepentingan tertentu. Tindakan para pemilik akun yang menyebarkan konten tersebut dinilai telah mencederai dan merusak harkat serta martabat pribadi Sekjen PSSI sebagai pejabat publik.

LAKSI juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai judul-judul provokatif dan bombastis yang beredar di media sosial. Publik perlu memiliki kesadaran kritis bahwa foto dan narasi yang disebarkan terkait Sekjen PSSI merupakan bentuk framing jahat yang mengarah pada upaya pembunuhan karakter.

Oleh karena itu, LAKSI mengecam keras segala bentuk penyebaran berita hoaks yang menyerang Sekjen PSSI karena berpotensi merusak kredibilitas dan kepercayaan publik. Hoaks tidak pernah lahir secara spontan, melainkan selalu memiliki motif, tujuan, dan aktor yang berkepentingan di baliknya.

LAKSI juga mengingatkan masyarakat Indonesia untuk lebih waspada terhadap gambar tangkapan layar berita yang beredar di media sosial. Pasalnya, tangkapan layar dari media terpercaya yang telah diedit dengan judul palsu sering kali sulit dibedakan, sehingga berpotensi menyesatkan opini publik jika tidak disikapi dengan kehati-hatian.

Azmi Hidzaqi
Koordinator LAKSI
Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini