Oknum Kadis Pariwisata Taput Diduga Gunakan Identitas Palsu Saat Menikah, Dilaporkan ke Polda Sumut

Medan | GeberNews.com – Oknum Kepala Dinas Pariwisata Tapanuli Utara (Taput), berinisial SHS, dilaporkan ke Polda Sumatera Utara oleh seorang wanita bernama Elsa Lorenza (29). Laporan itu teregister dalam LP/B/1401/VIII/2025/SPKT/Polda Sumatera Utara tanggal 25 Agustus 2025, dengan dugaan tindak pidana penipuan sesuai Pasal 378 KUHP dan Pasal 263 Jo Pasal 266 KUHP tentang penggunaan identitas palsu dalam akta otentik.

Kuasa hukum pelapor, Dr. Khomeini, SE, SH, MH bersama Hardian Maulana Putra, SH, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (25/8/2025) petang, menjelaskan bahwa kasus ini bermula ketika kliennya menikah dengan terlapor pada 31 Oktober 2015. Dari pernikahan itu, mereka telah dikaruniai dua orang anak. Namun, saat kelahiran anak pertama, barulah pelapor mengetahui bahwa suaminya ternyata sudah memiliki istri sah dan anak di Tapanuli Utara.

“Yang kami kedepankan dalam laporan ini adalah dugaan penggunaan identitas palsu. Saat menikah, terlapor diduga menggunakan KTP dengan nama Alek Sani, berstatus lajang, dan pekerjaan wiraswasta. Padahal, faktanya dia adalah seorang ASN aktif di Taput. Klien kami pada tahun 2019 sempat mencoba meminta pertanggungjawaban, tapi tidak ada itikad baik dari terlapor,” tegas Khomeini.

Ia menambahkan, pada 19 Agustus 2025, pihaknya telah melayangkan somasi dan langsung menemui Bupati, Wakil Bupati, dan Inspektorat Taput untuk meminta agar terlapor diproses secara etik sebagai ASN. “Hari ini kami juga mendesak Kapolda Sumut agar segera memproses laporan klien kami. Kami meminta Ditkrimum segera memanggil dan memeriksa terlapor,” ujarnya.

Sementara itu, Hardian Maulana Putra, SH menilai tindakan oknum pejabat itu sangat tidak patut dilakukan seorang aparatur negara. “Seharusnya seorang ASN memberi teladan yang baik bagi masyarakat. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, melakukan dugaan kebohongan yang merugikan klien kami. Kami juga akan mengajukan Pengaduan Masyarakat (Dumas) terkait dugaan penelantaran anak,” tegasnya.

Di sisi lain, pelapor Elsa Lorenza berharap agar hukum benar-benar berpihak kepadanya. “Saya ingin mendapatkan keadilan, dan yang paling penting, kedua anak saya mendapatkan hak mereka sebagai anak kandung dari terlapor,” ungkap Elsa dengan mata berkaca-kaca.

🟥 Tim | GeberNews.com
🗣️ Berani Mengungkap Fakta

banner 400x130

Wakil Sekretaris DPP TKN Kompas Nusantara, Feri Candra Soroti Wajah Pendidikan Padang Pariaman: Kepala Sekolah Berjuang, Guru Sakit Tetap Mengabdi di Tengah Derita

Padang Pariaman | GeberNews.com – Wakil Sekretaris DPP TKN Kompas Nusantara Bidang Pengembangan, Feri Candra, melakukan kunjungan silaturahmi ke SMAN 1 Kampung Dalam. Ia disambut hangat oleh Kepala Sekolah Fermazoni, sosok pendidik yang baru tiga bulan menjabat namun sudah menunjukkan kepemimpinan tegas, terbuka, dan penuh kepedulian terhadap masa depan anak didik.

Dalam pertemuan itu, Fermazoni menegaskan bahwa tidak boleh ada alasan bagi anak usia sekolah di Padang Pariaman untuk putus pendidikan.

“Saya tidak mempermasalahkan anak-anak yang nakal. Biarlah nakal asal tetap sekolah, karena di sinilah kita mendidik mereka agar berubah jadi orang yang berguna di masa depan. Yang saya takutkan adalah kalau mereka putus sekolah. Tidak ada yang mustahil, siapa yang berusaha pasti bisa,” tegas Fermazoni di hadapan Feri Candra.

Mendengar itu, Feri Candra menyatakan dukungan penuh terhadap program dan visi Fermazoni. Menurutnya, semangat sang kepala sekolah sejalan dengan cita-cita membangun generasi Padang Pariaman yang lebih baik dan tidak kehilangan hak dasar mereka di bidang pendidikan.

Namun, di balik semangat perubahan itu, masih ada wajah lain dunia pendidikan yang menorehkan keprihatinan. Salah satunya dialami Ibu Ita, guru SDN 07 Ulakan Tapakis, yang tetap mengabdi meski kondisi kesehatannya sangat memprihatinkan.

Ibu Ita menderita stroke ringan dan asam urat, namun masih harus menempuh perjalanan sekitar 80 km pulang-pergi setiap hari dari rumah ke sekolah. Ditambah lagi, akses menuju sekolah sekitar 3 km dari jalan lintas membuat perjuangannya semakin berat.

Masyarakat setempat hanya bisa merasa iba, melihat Ibu Ita berjuang dalam kondisi sakit, terbatas transportasi, dan aturan kerja yang semakin memberatkan. Keharusan absen sidik jari (fingerprint) yang sering terkendala sinyal, serta jam pulang yang terlalu lama, membuat kondisi guru seperti Ibu Ita makin tertekan.

“Dengan tubuh yang sakit dan jarak tempuh jauh, beliau masih setia hadir ke sekolah. Kadang harus menunggu angkutan umum lama sekali. Ini sebuah dedikasi luar biasa yang seharusnya jadi perhatian pemerintah,” ungkap salah seorang warga.

Kunjungan Feri Candra pun seakan memperlihatkan dua sisi wajah pendidikan di Padang Pariaman: di satu sisi ada semangat pemimpin sekolah yang gigih mencegah anak putus sekolah, di sisi lain ada guru yang tetap berkorban meski raga melemah.

🟥 Dodi Rikardò | GeberNews.com
🗣️ Berani Mengungkap Fakta

Kepala SMAN 2 Sungai Limau Yunita S.Pd.; M.Pd. Tegas Ramah dan Jadi Teladan Bagi Dunia Pendidikan Padang Pariaman

Padang Pariaman | GeberNews.com – Kepala SMAN 2 Sungai Limau, Yunita S.Pd.; M.Pd., tegas, ramah, dan menjadi teladan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Padang Pariaman. Baru sekitar tiga bulan menjabat, sosoknya langsung mencuri perhatian para guru, murid, hingga masyarakat berkat kepemimpinan yang disiplin namun tetap hangat.

Sejak awal memimpin, Yunita menunjukkan komitmen untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman serta memajukan mutu pendidikan di SMAN 2 Sungai Limau. Ia dikenal sangat peduli dengan kebutuhan anak didik maupun kondisi lingkungan sekolah. Baginya, seorang murid tidak boleh mengalami kesulitan sekecil apa pun. “Anak-anak adalah prioritas. Tugas kita memastikan mereka bisa belajar dengan baik tanpa hambatan,” ungkap Yunita.

Kedisiplinan dan ketegasannya dalam menegakkan aturan dibarengi sikap ramah dan penuh kepedulian membuat para guru dan siswa merasa nyaman. Sosoknya dianggap sebagai teladan baru bagi pendidik di Padang Pariaman. Wakil Sekretaris Bidang Pengembangan LSM DPP TKN Kompas Nusantara, Feri Candra, yang juga putra daerah Padang Pariaman, mengapresiasi kiprah Yunita. Ia menyebut program-program yang digagas kepala sekolah akan membawa kemajuan besar bagi pendidikan di Sungai Limau. “Kepemimpinan Ibu Yunita patut dicontoh. Beliau tidak hanya memikirkan sekolah hari ini, tapi juga merancang masa depan pendidikan di Sungai Limau,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari para alumni SMAN 2 Sungai Limau. Mereka berterima kasih kepada para guru yang telah mendidik dengan tulus serta mengapresiasi kepemimpinan baru di sekolah tersebut. “Kami para alumni mendukung penuh program sekolah dan mendoakan yang terbaik untuk Ibu Yunita serta seluruh guru. Semoga SMAN 2 Sungai Limau semakin maju,” ungkap perwakilan alumni.

Dengan dukungan dari guru, alumni, masyarakat, dan berbagai pihak, Yunita berhasil menghadirkan semangat baru di dunia pendidikan Padang Pariaman. Dalam waktu singkat, ia membuktikan bahwa kepemimpinan seorang kepala sekolah mampu membawa perubahan nyata. Kombinasi disiplin, ketegasan, keramahan, dan visi yang jelas menjadikannya bukan hanya pemimpin di sekolah, melainkan juga panutan bagi dunia pendidikan di daerah tersebut.

🟥 Dodi Rikardò | GeberNews.com
🗣️ Berani Mengungkap Fakta

Diduga, Kebijakan Kominfo Sumut Undang 104 Pemred Dipertanyakan, Dinilai Tidak Merangkul Semua Media

Medan | GeberNews.com – Diduga, kebijakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumatera Utara yang hanya mengundang 104 Pemimpin Redaksi (Pemred) dalam acara silaturahmi bersama Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution, Senin (25/8/2025), menuai sorotan tajam dari kalangan pers.

Ketua DPD Himpunan Insan Pers Solidaritas Indonesia (HIPSI) Sumut, Rizal Syam Lubis, SE, menilai langkah tersebut diduga justru menciptakan kesan eksklusif. “Silaturahmi itu seharusnya terbuka dan merangkul semua media. Kalau hanya 104 Pemred yang dilibatkan, tentu menimbulkan pertanyaan. Di Sumut ini jumlah medianya ratusan,” ujarnya.

Rizal menekankan bahwa pemerintah daerah seharusnya menjadikan momen silaturahmi sebagai sarana memperkuat keterbukaan, bukan membatasi komunikasi. “Kalau media dipilih-pilih, itu bukan silaturahmi namanya. Pemerintah butuh semua media sebagai mitra strategis, bukan hanya kelompok tertentu,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua Forum Jurnalis Pemprov (FJP), Roy Syamsul Gultom, menegaskan bahwa langkah Kominfo Sumut diduga berpotensi menimbulkan kesan diskriminatif. “Komunikasi publik akan lebih sehat jika melibatkan semua pihak. Kalau undangan hanya untuk segelintir orang, publik bisa menilai ada upaya pemerintah membatasi ruang kritis media,” katanya.

Roy juga mengingatkan bahwa di tengah dinamika politik dan hukum yang sedang panas, transparansi komunikasi pemerintah dengan pers menjadi sangat penting. “Justru sekarang waktunya pemerintah membuka pintu lebih lebar. Silaturahmi jangan dipersempit menjadi sekadar formalitas atau pencitraan,” pungkasnya.

🟥 Dodi Rikardò | GeberNews.com
🗣️ Berani Mengungkap Fakta

Polda Sumut Sigap Tangani Insiden Crash di F1 Powerboat Danau Toba 2025, Balapan Berakhir Sukses

Balige | GeberNews.com – Respons cepat Polda Sumut dalam mengamankan insiden crash pembalap F1 Powerboat 2025 membuat jalannya Grand Prix of Indonesia di Danau Toba tetap berlangsung lancar dan sukses.

Balapan internasional yang digelar di Perairan Balige, Senin (25/8), dimulai pada pukul 11.15 WIB. Hanya berselang empat menit, tepat pukul 11.19 WIB, dua pembalap dunia mengalami insiden tabrakan di lintasan. Mereka adalah Erik Stark asal Swedia dari Tim Victory (Uni Emirat Arab) dan Peter Morin asal Prancis dari Tim CTIC China.

Beruntung, keduanya selamat. Tim medis bersama Rescue Team penyelenggara, dibantu personel Samapta Polda Sumut serta Brimob, bergerak cepat mengevakuasi para pembalap ke Medical Center. Sementara perahu motor milik Peter Morin yang mengalami kerusakan patah segera diamankan dari perairan.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi Erik Stark maupun Peter Morin stabil dan tidak memerlukan evakuasi udara. Setelah situasi dinyatakan aman, balapan kembali dilanjutkan pukul 11.35 WIB hingga finish pukul 12.00 WIB tanpa kendala berarti.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengapresiasi kesigapan seluruh tim pengamanan.
“Insiden dapat ditangani dengan cepat berkat kesiapsiagaan personel di lapangan. Ini bukti komitmen Polda Sumut bersama Brimob dan SAR Samapta dalam memastikan keselamatan pembalap maupun penonton. Balapan tetap berjalan aman, tertib, dan sukses,” ujarnya.

Dengan berakhirnya rangkaian lomba tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pengamanan terbaik demi kelancaran event olahraga internasional bergengsi F1 Powerboat 2025 di Danau Toba.

🟥 Dodi Rikardò | GeberNews.com
🗣️ Berani Mengungkap Fakta

Silaturahmi 104 Pemred dengan Gubernur Bobby Afif Nasution Diduga Diskriminatif, Pemred GeberNews.com: Kominfo Jangan Pilih-Pilih Media!

Medan | GeberNews.com – Silaturahmi 104 Pemimpin Redaksi (Pemred) dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution diduga diskriminatif. Agenda Silaturahmi Akbar yang digelar Senin (25/8/2025) di Aula Tengku Rizal Nurdin Medan, hanya menghadirkan 104 pemred dari media cetak, online, hingga televisi, sesuai undangan resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut.

Pembatasan jumlah undangan itu memantik kritik tajam. Di tengah derasnya sorotan publik pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap mantan Kadis PUPR Sumut, Topan Ginting, langkah Kominfo Sumut membatasi kehadiran Pemred diduga memperkuat kesan diskriminasi.

Pemred GeberNews.com, Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos, dalam wawancara Minggu malam (24/8/2025) menegaskan keberatannya secara terbuka.

“Kenapa hanya 104 Pemred yang diundang? Media di Sumut ini ratusan jumlahnya. Kalau bicara silaturahmi, mestinya semua dirangkul, bukan dipilih-pilih. Jangan sampai ada kesan pemerintah hanya dekat dengan media tertentu,” tegas Dodi.

Ia menambahkan, undangan terbatas justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif baik di kalangan pers maupun publik.

“Ini bukan sekadar acara kumpul-kumpul. Ketika undangan dibatasi, publik bisa bertanya-tanya apa motif sebenarnya. Media adalah mitra strategis pemerintah, bukan hanya mereka yang dianggap nyaman. Kalau ingin transparan, buka pintu selebar-lebarnya, jangan eksklusif,” ujarnya tajam.

Menurut Dodi, di tengah suhu politik dan hukum yang memanas akibat OTT KPK, komunikasi pemerintah dengan media seharusnya bersifat inklusif.

“Silaturahmi jangan dijadikan panggung pencitraan. Ini harus jadi ruang keterbukaan. Kalau media dipilih-pilih, itu sama saja menutup mata terhadap kenyataan bahwa pers adalah kekuatan publik yang tidak bisa dikebiri,” tutupnya.

🟥 Redaksi | GeberNews.com
🗣️ Berani Mengungkap Fakta

LSM TKN Soroti Penahanan Ijazah karena Uang Komite, Sebut Sekolah Halangi Masa Depan Siswa Padang Pariaman

Padang Pariaman | GeberNews.com – Wakil Sekretaris Bidang Perkembangan DPP LSM TKN Kompas Nusantara, Fery Candra menyoroti praktik penahanan ijazah yang terjadi di sejumlah sekolah di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, kebijakan tersebut jelas mencederai hak dasar siswa untuk mendapatkan akses pendidikan dan masa depan yang layak.

“Penahanan ijazah dengan alasan belum melunasi iuran komite merupakan bentuk ketidakadilan yang nyata. Ijazah adalah hak siswa, bukan barang jaminan yang bisa ditahan sekolah,” tegas Fery Candra, Minggu sore (24/8/2025).

Ia menyebut, banyak laporan dari wali murid yang mengaku anaknya kesulitan mengambil ijazah hanya karena tunggakan uang komite. Kondisi ini membuat siswa terhambat untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.

Sejumlah siswa bahkan harus bekerja lebih dulu demi melunasi tunggakan, agar bisa mengambil dokumen penting tersebut. “Bagaimana mungkin negara yang katanya peduli pendidikan malah membiarkan generasi muda terkendala hanya karena biaya komite yang tidak semua orang tua mampu bayar?” sambungnya.

Ironisnya, lanjut Fery, ada siswa aktif yang sudah banyak berkontribusi di organisasi sekolah, namun tetap mendapat perlakuan sama: ijazah ditahan. Hal ini membuat keresahan semakin meluas, baik di kalangan siswa maupun orang tua.

LSM TKN Kompas Nusantara mendesak pemerintah daerah serta dinas pendidikan untuk turun tangan segera, menghentikan praktik penahanan ijazah, dan mencarikan solusi kebijakan yang lebih adil. “Ijazah adalah hak anak bangsa. Jangan halangi masa depan mereka hanya karena uang komite,” tutup Fery Candra.

🟥 Dodi Rikardò | GeberNews.com
🗣️ Berani Mengungkap Fakta

Budaya Karo Bergaung di Kota Medan, JW Marriott Jadi Saksi Perayaan Akbar 2025

Medan | GeberNews.com – Budaya Karo bergaung di Kota Medan lewat perhelatan akbar Pesta Budaya Karo Kota Medan – Pra Kerja Tahun Merdang Merdem Kuta Medan 2025 yang akan digelar Sabtu, 6 September 2025 di Grand Ballroom JW Marriott Hotel Medan, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Acara ini akan diwarnai dengan Peluncuran dan Bedah Buku “Peradaban Bangsa Karo Dalam Dokumentasi Lukisan dan Foto”, sebuah karya penting yang menegaskan eksistensi sejarah, tradisi, dan kebudayaan Karo dalam bingkai literasi dan visual.

Selain itu, kegiatan Mburo Ate Tedeh diyakini menjadi magnet utama, merekatkan masyarakat Karo dalam nuansa sukacita, silaturahmi, dan kebersamaan yang kuat di tengah kehidupan perantauan.

Pesta budaya ini diprakarsai Barata Brahmana selaku Dewan Pembina, bersama Drs. HN Serta Ginting dan Roy Fachraby Ginting. Mereka menekankan bahwa gelaran tersebut bukan hanya pesta seremoni, melainkan pernyataan tegas tentang identitas dan kebangkitan Karo.

“Pesta Budaya Karo Kota Medan adalah ruang kebersamaan, tempat kita mengingat akar peradaban sekaligus merayakan persaudaraan dalam bingkai Mburo Ate Tedeh,” ungkap para pemrakarsa.

Dengan berbagai rangkaian penuh makna, perayaan ini diyakini menjadi magnet tidak hanya bagi masyarakat Karo, melainkan juga masyarakat luas di Medan. Sebuah momentum budaya yang meneguhkan kebanggaan atas kekayaan Nusantara.

🟥 Dodi Rikardò | GeberNews.com
🗣️ Berani Mengungkap Fakta

Kapolres Sergai dan Wabup Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung

Sergai | GeberNews.com – Kapolres Sergai AKBP Jhon Sitepu, S.I.K., M.H bersama Wakil Bupati Sergai H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, M.SP menyalurkan bantuan tali asih bagi warga yang terdampak hujan deras disertai angin puting beliung di Kecamatan Teluk Mengkudu, Sabtu (23/8/2025).

Bencana angin puting beliung yang terjadi pada Jumat (22/8/2025) malam sekitar pukul 19.30 WIB merusak 350 unit rumah warga di delapan desa wilayah hukum Polsek Teluk Mengkudu. Meski menimbulkan kerugian besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Rangkaian kegiatan penyerahan bantuan dimulai pukul 11.00 WIB. Forkopimcam Teluk Mengkudu bersama jajaran membersihkan puing-puing rumah warga di Desa Bogak Besar serta menyalurkan sembako. Selanjutnya rombongan bergerak ke Desa Sentang untuk penyaluran bantuan sosial, lalu ke Desa Pasar Baru dan Desa Pekan Silangan Buah, hingga terakhir ke Dusun III Pematang Guntung.

Bantuan sosial diberikan secara simbolis oleh Kapolres Sergai dan Wakil Bupati Sergai kepada warga terdampak. Turut hadir mendampingi, Wakapolres Sergai Kompol Mukmin Rambe, SH, Kadis Sosial Sergai Arianto, S.Pd., M.Si, Camat Teluk Mengkudu Rizki Abdullah Nasution, S.STP., M.S.P, Kapolsek Teluk Mengkudu AKP Desman Manalu, SH, Danramil 09/TM Kapten Czi M. Pardosi, serta unsur Forkopimcam lainnya.

Kapolres Sergai AKBP Jhon Sitepu menyampaikan bahwa selain bantuan materiil, pihaknya juga siap membantu masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen kepolisian akibat bencana.
“Silakan koordinasikan melalui pemerintah desa agar dilaporkan kepada kami. Kami siap membantu, termasuk jika ada surat kendaraan dan dokumen penting lain yang rusak,” ujarnya.

Data sementara menunjukkan, rumah warga yang mengalami kerusakan tersebar di Desa Pematang Guntung 31 unit, Desa Sentang 49 unit, Desa Makmur 7 unit, Desa Pematang Kuala 4 unit, Desa Bogak Besar 36 unit, dan Desa Sialang Buah 168 unit, serta desa lainnya.

🟥 Dodi Rikardò | GeberNews.com
🗣️ Berani Mengungkap Fakta

DPRD Medan Ingatkan Pemko: Jangan Main-main Atasi Kemiskinan

Medan | GeberNews.com – DPRD Kota Medan memperingatkan Pemerintah Kota agar tidak main-main dalam menjalankan program penanggulangan kemiskinan. Peringatan itu disampaikan saat sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No. 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan, yang digelar pada Sabtu, 23 Agustus 2025, di Kecamatan Medan Timur.

Sosialisasi dipimpin langsung oleh Paul Mei Anton Simanjuntak, SH, Ketua Komisi IV DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan. Legislator Dapil III (Medan Timur, Medan Perjuangan, dan Medan Tembung) itu menegaskan, Perda ini bukan sekadar aturan tertulis, tetapi instrumen nyata yang wajib dijalankan untuk memutus rantai kemiskinan di Kota Medan.

“Kemiskinan bukan hanya soal keterbatasan ekonomi, tetapi juga akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Dengan adanya Perda ini, penanggulangan kemiskinan harus lebih terarah, sistematis, dan berkelanjutan,” tegas Paul dalam sambutannya.

Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat, tokoh pemuda, dan organisasi sosial. Hadir pula Lurah Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur, Hendra Kurniawan, ST, yang menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap langkah DPRD.

“Kami di tingkat kelurahan sangat mendukung penuh pelaksanaan Perda Penanggulangan Kemiskinan ini. Harapan kami, masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan,” ungkap Hendra.

🟥 Dodi Rikardo | GeberNews.com
🗣️ Berani Mengungkap Fakta

📸 Teks Foto:
“Lurah Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur, Hendra Kurniawan, ST, bersama Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Paul Mei Anton Simanjuntak, SH, saat kegiatan Sosialisasi Perda No. 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Medan Timur, Sabtu (23/8/2025).”

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.