Wakil Sekretaris DPP TKN Kompas Nusantara, Feri Candra Soroti Wajah Pendidikan Padang Pariaman: Kepala Sekolah Berjuang, Guru Sakit Tetap Mengabdi di Tengah Derita

0
185

Padang Pariaman | GeberNews.com – Wakil Sekretaris DPP TKN Kompas Nusantara Bidang Pengembangan, Feri Candra, melakukan kunjungan silaturahmi ke SMAN 1 Kampung Dalam. Ia disambut hangat oleh Kepala Sekolah Fermazoni, sosok pendidik yang baru tiga bulan menjabat namun sudah menunjukkan kepemimpinan tegas, terbuka, dan penuh kepedulian terhadap masa depan anak didik.

Dalam pertemuan itu, Fermazoni menegaskan bahwa tidak boleh ada alasan bagi anak usia sekolah di Padang Pariaman untuk putus pendidikan.

“Saya tidak mempermasalahkan anak-anak yang nakal. Biarlah nakal asal tetap sekolah, karena di sinilah kita mendidik mereka agar berubah jadi orang yang berguna di masa depan. Yang saya takutkan adalah kalau mereka putus sekolah. Tidak ada yang mustahil, siapa yang berusaha pasti bisa,” tegas Fermazoni di hadapan Feri Candra.

Mendengar itu, Feri Candra menyatakan dukungan penuh terhadap program dan visi Fermazoni. Menurutnya, semangat sang kepala sekolah sejalan dengan cita-cita membangun generasi Padang Pariaman yang lebih baik dan tidak kehilangan hak dasar mereka di bidang pendidikan.

Namun, di balik semangat perubahan itu, masih ada wajah lain dunia pendidikan yang menorehkan keprihatinan. Salah satunya dialami Ibu Ita, guru SDN 07 Ulakan Tapakis, yang tetap mengabdi meski kondisi kesehatannya sangat memprihatinkan.

Ibu Ita menderita stroke ringan dan asam urat, namun masih harus menempuh perjalanan sekitar 80 km pulang-pergi setiap hari dari rumah ke sekolah. Ditambah lagi, akses menuju sekolah sekitar 3 km dari jalan lintas membuat perjuangannya semakin berat.

Masyarakat setempat hanya bisa merasa iba, melihat Ibu Ita berjuang dalam kondisi sakit, terbatas transportasi, dan aturan kerja yang semakin memberatkan. Keharusan absen sidik jari (fingerprint) yang sering terkendala sinyal, serta jam pulang yang terlalu lama, membuat kondisi guru seperti Ibu Ita makin tertekan.

“Dengan tubuh yang sakit dan jarak tempuh jauh, beliau masih setia hadir ke sekolah. Kadang harus menunggu angkutan umum lama sekali. Ini sebuah dedikasi luar biasa yang seharusnya jadi perhatian pemerintah,” ungkap salah seorang warga.

Kunjungan Feri Candra pun seakan memperlihatkan dua sisi wajah pendidikan di Padang Pariaman: di satu sisi ada semangat pemimpin sekolah yang gigih mencegah anak putus sekolah, di sisi lain ada guru yang tetap berkorban meski raga melemah.

🟥 Dodi Rikardò | GeberNews.com
🗣️ Berani Mengungkap Fakta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini