Tebing Tinggi, kendaraan hancur usai tabrakan frontal, pengendara disebut tak dapat menunjukkan dokumen lengkap

GeberNews.com | Sergai — Jalur maut kembali memakan korban. Dua sepeda motor terlibat tabrakan frontal atau “adu banteng” di KM 38 Dusun I, Desa Pematang Sijonam, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai, Kamis (14/5/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Benturan keras yang terjadi di badan Jalan Lintas Sumatera itu membuat suasana mendadak mencekam. Tiga korban terlihat bergelimpangan di atas aspal dengan kondisi luka cukup serius, sementara serpihan bodi kendaraan berserakan di lokasi kejadian.

Peristiwa nahas tersebut bermula saat sepeda motor Yamaha Vixion BK 4601 RAP yang dikendarai Jodi Nainggolan (29) melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan. Di saat bersamaan, dari arah berlawanan datang Honda CBR BK 5242 XAY yang dikendarai Salomo Sitorus (40), berboncengan dengan Hernawati Damanik (40).
Diduga salah satu kendaraan mengambil jalur terlalu ke tengah hingga tabrakan tak dapat dihindarkan. Kedua sepeda motor menghantam satu sama lain dengan keras dalam posisi berhadapan.
Suara benturan sontak mengundang perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas.
Akibat kejadian itu, ketiga korban mengalami luka robek di bagian kaki dan lutut. Warga yang berada di sekitar lokasi bersama petugas kepolisian langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke RS Melati Perbaungan guna mendapatkan penanganan medis.
Kapolres Sergai melalui Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, S.H., M.H., membenarkan terjadinya kecelakaan tersebut. Polisi yang turun ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti.
“Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas di wilayah Jalinsum Perbaungan. Ketiga korban mengalami luka dan sudah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit,” ujar AKP Bringin Jaya, S.H., M.H.
Dari hasil pemeriksaan awal petugas, kedua sepeda motor mengalami kerusakan cukup parah akibat benturan depan yang sangat keras. Bahkan, beberapa bagian kendaraan tampak hancur dan terpental ke badan jalan.
Ironisnya, saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, kedua pengendara diketahui tidak dapat menunjukkan dokumen berkendara yang lengkap kepada petugas. Kondisi tersebut kini turut menjadi bagian dalam proses penyelidikan Unit Gakkum Satlantas.
“Kedua kendaraan sudah diamankan di Pos Lantas Sei Sijenggi sebagai barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut,” tambahnya.
Meski kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan cerah dan arus lalu lintas relatif lengang, kecelakaan maut nyaris tak terhindarkan. Insiden ini kembali menjadi alarm keras bagi para pengguna jalan agar tidak mengabaikan keselamatan saat berkendara.
Polres Sergai pun mengimbau masyarakat agar lebih disiplin mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum bepergian.
Jalur Jalinsum Medan–Tebing Tinggi sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di wilayah Sumatera Utara.
Tingginya volume kendaraan ditambah rendahnya kesadaran sebagian pengendara terhadap keselamatan berkendara disebut menjadi faktor utama sering terjadinya kecelakaan di kawasan tersebut.
(Dodi R. Sembiring)







