Bupati Ingkar Janji, Rakyat Menderita! Jalan Rusak di Sei Rotan Jadi Kuburan Roda Dua, Pemerintah Tutup Mata?

0
162
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90?

Deli Serdang | GeberNews.com — Janji manis pejabat kembali terbukti tak lebih dari kebohongan busuk. Warga Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, semakin menderita akibat jalan rusak parah yang tak kunjung disentuh perbaikan.

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90?

Setiap hari, Jalan Pendidikan menjadi jalur maut yang mengintai keselamatan warga. Lubang besar, genangan air, dan lumpur dalam menyelimuti badan jalan, menjadikannya perangkap bagi pengendara.

Motor jatuh, anak-anak tergelincir saat pergi ke sekolah, ibu-ibu terluka karena terperosok. Penderitaan nyata yang terjadi di depan mata, namun tak mendapat perhatian serius dari penguasa.

Ironisnya, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan dan Wakil Bupati Lomlom Suwondo sempat menyambangi lokasi pada Senin, 14 April 2025. Dengan gaya ala pahlawan kesiangan, mereka berjanji di depan warga: perbaikan jalan akan dimulai paling lambat Juni 2025.

Tapi kini sudah pertengahan Juli. Apa yang rakyat dapat?

Nihil. Nol besar. Jalan tetap rusak, tak satu pun tanda-tanda pekerjaan dimulai. Tak ada alat berat, tak ada tumpukan material. Yang ada hanya bekas jejak janji busuk yang menguap bersama sorotan kamera.

“Kami seperti dikhianati hidup-hidup. Janjinya manis, realitanya pahit dan menyakitkan,” keluh Jona, warga yang hampir setiap hari melihat orang tergelincir di jalan rusak itu.

“Mereka cuma datang buat pencitraan. Kamera nyala, senyum lebar, janji dilontarkan. Tapi habis itu? Hilang tanpa jejak,” sambung Mika, warga lainnya, dengan nada geram.

Kini, rasa muak warga sudah di ubun-ubun. Suara perlawanan makin membara. Mereka siap turun ke jalan jika Pemkab Deli Serdang tetap mengabaikan penderitaan ini.

“Kami tidak lagi minta, tapi menuntut. Kalau minggu depan belum ada tindakan nyata, kami yang akan bertindak. Jangan salahkan rakyat kalau akhirnya turun dan blokade jalan,” tegas Mika dengan nada ultimatum.

Kemarahan warga bukan tanpa alasan. Mereka merasa dijadikan objek politik murahan, sekadar alat panggung untuk sandiwara kekuasaan.

“Kalau pemerintah tak sanggup menepati janji, jangan berharap dihormati rakyat,” cetus salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebut namanya.

Cukup sudah. Rakyat bukan mainan politik. Jalan rusak ini harus diperbaiki sekarang juga, bukan besok, bukan nanti.

(Ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini