Dolok Masihul | GNews.com – Langit Desa Baja Ronggi, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) seolah ikut berkabung. Sabtu (17/5/2025), jenazah Almarhum Selamat Purba, Pemimpin Redaksi Nagapos.com dan Sekretaris Forum Jurnalis Provsu (FJP) Sumut dimakamkan dalam suasana penuh tangis dan doa.

Duka mendalam dirasakan tak hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh para sahabat dan kolega seprofesi yang mengenal beliau sebagai jurnalis bersahaja, pekerja keras, dan penuh dedikasi.

Dari Rumah Sakit Royal Prima hingga ke liang lahat, iring-iringan duka tak pernah terputus. Sejumlah tokoh pers hadir di antaranya Pimpinan Umum Nagapos.com Wilfred D. Hutabarat, Redaktur Soni Muhammad Nor, Ketua FJ,P Sumut, Roy Syamsul Gultom, serta Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Insan Pers Solidaritas Indonesia (HIPSI) Sumut, Rizal Syam Lubis, S.E., bersama puluhan jurnalis dari berbagai media dan organisasi.

“Selamat Purba adalah pejuang kata. Ia tidak hanya menulis berita, tapi juga menyuarakan nurani. Kami kehilangan sosok yang tulus dan berani,” ujar Wilfred dengan mata berkaca-kaca.
Ketua FJP Sumut, Roy Syamsul Gultom tak kuasa menyembunyikan kesedihannya. Ia menyebut almarhum lebih dari sekadar sekretaris organisasi.
“Ia bukan hanya sekretaris bagi kami, tapi sahabat sejati. Ia memperjuangkan kemerdekaan pers dengan hati dan tindakan. Semoga Allah SWT menempatkan beliau di sisi terbaik,” tutur Roy, terbata.
Ketua DPD HIPSI Sumut, Rizal Syam Lubis, turut menyampaikan duka mendalam. Baginya, Selamat Purba adalah figur jurnalis yang konsisten dan setia pada prinsip.
“Kami sangat kehilangan. Sosok yang tak pernah setengah hati membela kebenaran. Semoga segala amal baiknya diterima, dan beliau beristirahat dalam kedamaian abadi,” ujar Rizal dengan suara pelan.
Dalam suasana yang mengharukan, Lisa Pricilia Purba, putri sulung almarhum, menyampaikan ucapan terima kasih serta permohonan maaf kepada seluruh pelayat.
“Kami tahu, papa sangat mencintai pekerjaannya dan teman-teman sejawatnya. Terima kasih sudah mengantarkan beliau sampai akhir. Mohon maaf jika ada salah kata atau sikap beliau semasa hidup,” ucap Lisa, diiringi tangis keluarga.
Kini, Selamat Purba telah tiada. Namun dedikasinya terhadap dunia jurnalistik, keberaniannya menyuarakan kebenaran, dan ketulusannya dalam berjuang akan terus hidup dalam ingatan dan jejak langkah para sahabatnya. Ia pergi sebagai jurnalis yang setia pada nurani—seorang pejuang kata yang kini diam dalam damai.
Dodi Rikardo Sembiring








