Diduga Terima Upeti, Kasi Trantib Batang Kuis Buka Jalan untuk Lapak Ilegal, Kemacetan Parah Dibiarkan

0
368

Batang Kuis | GeberNews.com — Diduga Terima Upeti, Kasi Trantib Batang Kuis Buka Jalan untuk Lapak Ilegal, Kemacetan Parah Dibiarkan.

Skandal bau amis tercium dari balik meja Kasi Trantib Kecamatan Batang Kuis. Pejabat berinisial AG diduga kuat menerima setoran rutin alias upeti dari seorang pengelola lapak liar berinisial RG, yang kini dengan leluasa “menguasai” badan jalan di sekitar rel kereta api Desa Batang Kuis Pekan.

Pantauan tim GeberNews.com pada Kamis (10/07/2025) menemukan bahwa arus lalu lintas di kawasan tersebut nyaris lumpuh total. Puluhan pedagang kaki lima membuka lapak secara bebas di atas trotoar dan badan jalan, menyebabkan kemacetan parah setiap hari. Ironisnya, kawasan yang dulunya sempat ditata dengan pot bunga dari ban bekas kini berubah menjadi semrawut, kotor, dan dipenuhi tumpukan sampah.

Warga menduga kuat keberadaan lapak-lapak ilegal tersebut tak tersentuh hukum karena adanya kerja sama terselubung antara RG dan AG. AG disebut-sebut menerima bayaran bulanan sebagai kompensasi agar menutup mata terhadap pelanggaran tersebut. Bahkan, AG juga dituding jarang masuk kantor dan tidak pernah terlihat melakukan patroli pengawasan, sehingga masyarakat menyebut hal ini sebagai bentuk nyata “gaji buta”.

Upaya konfirmasi kepada AG pun tidak membuahkan hasil. Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp pada pukul 09.22 WIB, pesan hanya dibaca tanpa balasan. Tak berselang lama, sekitar pukul 11.38 WIB, AG justru menelepon awak media dengan nada tinggi, emosional, dan berkata kasar: “Datang kau ke kantor! Banyak kali cerita muncungmu itu!”

Sikap tidak pantas dari seorang pejabat publik tersebut sontak menimbulkan amarah dan kekecewaan warga. Mereka menilai bahwa tindakan kasar itu mencerminkan arogansi dan ketidakmampuan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Warga mendesak Bupati Deli Serdang untuk segera mengambil langkah tegas terhadap AG. Jika benar terbukti menerima upeti dan membiarkan kekacauan ini terjadi, maka AG harus dicopot dari jabatannya. Selain itu, masyarakat juga meminta penertiban total terhadap seluruh lapak liar yang berada di sepanjang rel kereta api dan kawasan jalan utama, yang selama ini dibiarkan tumbuh liar dan merusak tata kota.

“Kami sudah muak dengan kemacetan dan kotoran setiap hari. Pemerintah jangan tutup mata. Jangan biarkan oknum berseragam menjual jabatan dan mengabaikan kepentingan rakyat,” keluh seorang warga.

Jika pembiaran ini terus berlanjut, bukan hanya lalu lintas yang tersumbat, tapi juga citra dan integritas pemerintahan yang makin terpuruk di mata publik.

(Tim GeberNews.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini