Dodi Rikardo Sembiring: Di Antara Tekanan dan Kebenaran

0
48

GeberNews.com | Medan — Di era ketika kecepatan sering mengalahkan kebenaran, dan sensasi kerap lebih laku dibanding fakta, Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos memilih jalur yang tidak populer: tetap berpihak pada integritas.

Sebagai Pemimpin Redaksi GeberNews.com, ia berada di garis depan pertarungan yang tak selalu terlihat, melawan disinformasi, tekanan kepentingan, dan godaan kompromi yang kerap menghampiri dunia media.

Bagi Dodi, jurnalisme bukan sekadar profesi, melainkan sikap. Ia meyakini, ketika media mulai kehilangan keberanian untuk berkata benar, saat itulah publik kehilangan arah.

“Lebih baik lambat daripada salah, tapi lebih buruk lagi jika cepat dan menyesatkan,” menjadi garis tegas yang ia pegang dalam setiap kebijakan redaksi.

Di bawah kepemimpinannya, GeberNews.com berupaya tidak larut dalam arus media instan yang mengutamakan klik dibanding kualitas. Ia mendorong redaksi untuk tetap kritis, bahkan ketika kritik itu berisiko tidak disukai.

Sikap ini tidak jarang menempatkannya pada posisi yang tidak nyaman. Kritik terhadap kebijakan, sorotan terhadap oknum, hingga keberanian membuka isu sensitif membuatnya harus berhadapan dengan berbagai tekanan, baik langsung maupun tidak langsung.

Namun bagi Dodi, diam bukan pilihan.

“Kalau media takut, siapa lagi yang berani menyampaikan kebenaran?” menjadi refleksi yang menggambarkan sikapnya.

Ia menyadari, independensi media bukan slogan, melainkan perjuangan yang harus dijaga setiap hari. Dalam lanskap digital yang semakin kompleks, menjaga jarak dari kepentingan adalah tantangan terbesar sekaligus ujian integritas.

Di luar ruang redaksi, Dodi tetap membangun komunikasi dengan berbagai kalangan. Namun dalam pemberitaan, ia menegaskan satu batas yang tidak boleh dilanggar: kepentingan publik harus di atas segalanya.

Bagi dirinya, kepercayaan adalah mata uang utama media. Sekali hilang, sulit untuk kembali.

Di tengah kebisingan informasi hari ini, Dodi Rikardo Sembiring memilih menjadi suara yang mungkin tidak paling keras, tetapi berusaha tetap jernih, karena pada akhirnya, publik tidak hanya butuh cepat, tetapi juga butuh benar.

Pernyataan tersebut disampaikan Dodi Rikardo Sembiring pada Jumat, 17 April 2026 di kediaman orang tuanya, Komplek Perumahan Taman Setia Budi Indah (TASBI), Medan.

(Redaksi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini