DPP LSM TKN Kompas Nusantara Gelar Jum’at Barokah, 300 Paket Dibagikan kepada Tukang Ojek, Abang Becak, Sopir Angkot, dan Masyarakat

0
360

Medan | GeberNews.com — Program sosial Jum’at Barokah kembali digelar Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat TKN Kompas Nusantara pada 21 November 2025 di depan Kantor Sekretariat DPP LSM TKN Kompas Nusantara, Jalan Prof. H.M. Yamin, S.H. No. 202 Medan. Kegiatan yang menyasar tukang ojek, abang becak, sopir angkot, dan masyarakat sekitar ini berlangsung hangat, terlebih dengan hadirnya Pengacara dan Akademisi Rudi Antoni Sirait, S.H., M.H., yang memberikan dukungan langsung terhadap aksi kemanusiaan tersebut.

Ketua Umum DPP LSM TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan Jum’at Barokah yang tak pernah berhenti berjalan. Ia menegaskan bahwa program ini bukan seremoni biasa, melainkan komitmen lembaga dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai wujud kepedulian, kepekaan sosial, dan cinta kasih antarsesama.

Pada pelaksanaan kali ini, DPP LSM TKN Kompas Nusantara membagikan 300 paket kepada para pekerja sektor informal yang setiap hari berjuang mencari nafkah. Menurut Adi Warman Lubis, perhatian sederhana seperti ini dapat menjadi penyemangat bagi mereka yang terus berusaha memenuhi kebutuhan hidup di tengah dinamika ekonomi yang tidak selalu mudah.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa lembaga tengah menyiapkan program lanjutan bertajuk Minggu Kasih, program yang diperuntukkan bagi umat Nasrani dan masyarakat lintas keyakinan sebagai ruang silaturahmi sekaligus simbol komitmen lembaga dalam merawat toleransi, keberagaman, dan persaudaraan sosial. “Minggu Kasih akan menjadi ruang inklusif bagi siapa pun tanpa memandang perbedaan. DPP LSM TKN Kompas Nusantara adalah rumah besar bagi siapa saja yang ingin menguatkan nilai kemanusiaan dan solidaritas,” jelasnya.

Sementara itu, Rudi Antoni Sirait, S.H., M.H., yang hadir dan berbaur dengan para penerima paket, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai program Jum’at Barokah sebagai aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat kecil tanpa sekat. “Program seperti ini harus dijaga dan diperluas. Berbagi bukan hanya tentang makanan yang diberikan, tetapi tentang menghadirkan harapan. Ketika lembaga hadir di tengah rakyat kecil, di situlah nilai kemanusiaan benar-benar hidup,” ujarnya.

Adi Warman Lubis menutup keterangannya dengan harapan agar budaya berbagi terus tumbuh dan menjadi kebiasaan baik yang menular bagi banyak pihak. “300 paket mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi penerimanya bisa menjadi kekuatan untuk terus melangkah. Nilai itu yang ingin kami jaga dan rawat,” pungkasnya.

(Dodi Rikardo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini