

Medan | GeberNews.com — Sekretaris DPW Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Fajar Trihatya, SE, menyampaikan pernyataan tegas kepada Wali Kota Medan agar tidak hanya berhenti pada janji, melainkan segera membuktikannya melalui langkah nyata, terutama dalam menangani persoalan klasik seperti banjir dan maraknya aksi kejahatan jalanan.
Dalam wawancara khusus yang berlangsung di Medan pada Jumat (9/5/2025), Fajar menilai bahwa persoalan banjir dan begal bukan hanya masalah teknis, melainkan menyangkut citra dan marwah Kota Medan sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi di Sumatera Utara.
“Kita sudah terlalu sering mendengar janji. Yang dibutuhkan sekarang adalah aksi konkret. Penanganan banjir dan pemberantasan begal harus menjadi prioritas. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban dari kegagalan sistematis,” ujar Fajar dengan nada kritis.
Ia menambahkan, sebagai kota besar, Medan memiliki tanggung jawab besar dalam mencerminkan wajah Sumatera Utara secara keseluruhan. Maka dari itu, keamanan dan kenyamanan publik harus menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan kota.
“Kalau Medan tak aman dan masih dikeluhkan soal banjir, maka bagaimana kita bicara kemajuan? Ini bukan sekadar estetika kota, tapi soal keselamatan dan kualitas hidup warganya,” jelasnya.
Fajar juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan media. Ia menegaskan bahwa IMO Indonesia siap berada di garis depan sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan mendorong perubahan.
“Media bukan corong kekuasaan. Media adalah mata dan telinga rakyat. Kami akan terus mengawasi dan menyuarakan apa yang dirasakan masyarakat. Pemerintah harus terbuka terhadap kritik jika ingin membangun Medan secara berkelanjutan,” tegasnya lagi.
Sebagai Pemimpin Redaksi SumutJaya.com dan MediaSumut24.com, Fajar menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh elemen untuk bersinergi menjaga suasana kota agar tetap kondusif, aman, dan nyaman.
“Medan tidak bisa dibenahi sendirian. Semua pihak harus bergerak bersama. Kolaborasi adalah satu-satunya jalan agar kota ini benar-benar menjadi metropolitan yang layak huni, bukan sekadar slogan,” pungkasnya.
Indira








