

GeberNews.com – Maraknya peredaran informasi palsu atau hoaks dinilai menjadi ancaman serius bagi tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain menyesatkan, hoaks berpotensi besar memicu konflik sosial dan perpecahan di tengah masyarakat.
Pekan ini, media sosial diramaikan oleh potongan informasi hoaks yang menyerang Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). Dalam narasi yang beredar, Zulhas dituduh mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menyebut “tugas rakyat hanya satu, yaitu membayar pajak”.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Al Washliyah (PP IPA), Mhd. Amril Harahap menegaskan bahwa fitnah tersebut merupakan masalah serius yang dapat mengganggu stabilitas nasional. Terlebih, saat ini pemerintah sedang fokus memitigasi dampak konflik global antara Israel dan Iran yang mengancam ketahanan energi serta pangan nasional.
“Kami melihat Pak Menko sangat aktif setiap harinya memastikan kedaulatan pangan tetap terjaga di tengah situasi dunia yang tidak menentu. Narasi hoaks ini jelas upaya untuk mendegradasi kerja keras pemerintah,” ujar Amril dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/04/2026).
Mendorong Ketegasan Aparat Penegak Hukum
Amril menilai, hoaks tersebut sengaja diciptakan untuk menurunkan kepercayaan publik terhadap jajaran kabinet Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menangani inflasi dan pasokan pangan. Oleh karena itu, ia mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk bertindak cepat.
“Kami meminta Polri secara tegas mengejar dan menangkap oknum-oknum yang sengaja memperburuk kondisi stabilitas nasional dengan memproduksi berita bohong. Jangan sampai ada ruang bagi perusak demokrasi,” tambahnya.
Imbauan kepada Kader dan Masyarakat
Di akhir pernyataannya, Amril menginstruksikan seluruh kader Ikatan Pelajar Al Washliyah serta masyarakat luas untuk lebih teliti dalam menyerap informasi. Ia mengingatkan agar publik tidak mudah terprovokasi oleh konten yang tidak jelas sumbernya.
“Sangat tidak mungkin Pak Zulhas mengatakan hal demikian. Beliau adalah pejabat publik berpengalaman, paham tata bahasa, dan paham agama. Hoaks seperti ini berbahaya jika dibiarkan, karena tidak menutup kemungkinan menyerang petinggi negara lainnya, bahkan Presiden,” tegas Amril.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu melawan hoaks demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan aman.
(Abd. Halim)








