Ketua MIO Indonesia Sumut Ajak Pemuda Kobarkan Semangat Persatuan pada Hari Sumpah Pemuda ke-98

Medan139 Dilihat

MEDAN | GeberNews.com — Ketua Media Independen Online (MIO) Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Fajar Trihatya, S.E., mengajak seluruh generasi muda untuk terus memperkuat persatuan, menjaga semangat kebangsaan, dan aktif berkarya demi kemajuan bangsa dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/10/2026).

Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, Fajar menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus hidup dalam diri generasi muda sebagai landasan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda 2026! Mari terus jaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Fajar dalam pernyataannya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antargenerasi dan lintas sektor untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk pemulihan ekonomi pascapandemi, pemerataan kesempatan kerja, serta penguatan karakter kebangsaan.

Menurutnya, nilai-nilai dasar Sumpah Pemuda, yakni satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, harus senantiasa menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Fajar mengingatkan bahwa keberagaman budaya bukanlah alasan untuk terpecah belah, melainkan kekuatan besar yang harus dirawat melalui pendidikan, dialog, toleransi, dan kerja nyata.

Ia juga menyampaikan pesan motivasi kepada generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran dalam menciptakan perubahan positif.

“Muda, berkarya, dan bangga menjadi Indonesia. Beda budaya, satu tujuan. Pemuda bergerak, perubahan tercipta. Jangan cuma bermimpi, saatnya beraksi untuk negeri,” tegasnya.

Fajar mengajak organisasi kepemudaan, pelajar, dan mahasiswa di Sumatera Utara untuk memperbanyak kegiatan produktif, seperti pengembangan kewirausahaan muda, peningkatan literasi digital, serta kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

Menurutnya, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 harus terus dipelihara agar tidak terkikis oleh prasangka dan perbedaan.

“Laut memang memisahkan pulau-pulau kita, tapi pemuda 1928 membuktikan laut juga bisa jadi jembatan. Hari ini, tugas kita menjaga jembatan itu dari retak yang paling kecil, yaitu prasangka,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan pesan bahwa semangat perubahan harus tumbuh setiap saat, bukan hanya ketika peringatan hari bersejarah berlangsung.

“Fajar tidak pernah minta izin untuk terbit. Semangat pemuda juga tidak perlu menunggu tanggal 28 untuk menyala,” katanya.

Fajar menambahkan, kecerdasan saja tidak cukup untuk membangun masa depan bangsa. Generasi muda juga harus memiliki karakter yang kuat, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan sesama.

“Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan generasi mudanya, tetapi juga oleh karakter dan kepedulian mereka,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Fajar mengajak seluruh elemen masyarakat di Sumatera Utara untuk bersama-sama mendukung generasi muda agar mampu menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan bagi daerah dan Indonesia.

“Bersatu, bangkit, dan maju bersama pemuda Indonesia. Kobarkan semangat pemuda untuk Indonesia yang lebih maju!” serunya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus mendorong kontribusi nyata generasi muda dalam pembangunan daerah dan nasional.

Di Sumatera Utara, berbagai kegiatan kepemudaan, seperti diskusi kebangsaan, bakti sosial, dan pelatihan kewirausahaan, menjadi bagian dari upaya meningkatkan partisipasi pemuda dalam kehidupan bermasyarakat.

Semangat Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata, persatuan dalam keberagaman, serta karya yang membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

(Dodi Rikardo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *