Ketua Panitia Gebyar HANI 2025, Hasudungan Siahaan: 3.000 Peserta Turun ke Jalan, UMKM Meriah, Perang Lawan Narkoba Menggema

0
228

Medan | GeberNews.com — Ketua Panitia Gebyar HANI 2025, Hasudungan Siahaan, mengungkapkan bahwa kegiatan Jalan Sehat Anti Narkoba yang digelar Sabtu (26/7/2025) di Medan berhasil menyedot sekitar 3.000 peserta. Acara ini bukan hanya mencatat sejarah sebagai yang pertama dalam skala besar, tetapi juga menjadi momen menggemakan perang total terhadap penyalahgunaan narkoba.

Dengan mengambil titik start dan finish di halaman Sekolah Immanuel Medan, kegiatan ini disemarakkan oleh puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membuka bazar produk lokal. Tak hanya itu, peserta juga disuguhi banjir hadiah lucky draw dan lomba yel-yel bertema antinarkoba, yang semakin menambah semangat perjuangan melawan barang haram tersebut.

“Kegiatan ini baru pertama kali kita adakan, dan sambutan masyarakat sangat luar biasa. Tahun depan, kami berkomitmen menggelar yang lebih semarak dan melibatkan lebih banyak elemen,” ujar Hasudungan Siahaan saat diwawancarai di lokasi acara.

Hasudungan tampak mengenakan kaos biru bertuliskan HANI, berdiri di atas karpet merah dengan latar belakang spanduk utama bertuliskan Gebyar HANI Tahun 2025. Penampilannya mencerminkan dedikasi dan keseriusan panitia dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas lokal, hingga media. Mengusung tema besar Jalan Sehat Anti Narkoba, acara ini menjadi simbol nyata dari gerakan kolektif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.

Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, aparat, tokoh agama, hingga komunitas sosial, tumpah ruah mengikuti acara yang sarat pesan moral ini. Selain olahraga, kegiatan ini juga menyuguhkan edukasi publik tentang bahaya narkoba dan pentingnya pola hidup sehat.

Gebyar HANI 2025 tak sekadar seremonial, tapi menjadi panggilan aksi. Sebuah momentum kolaboratif antara pemerintah, penegak hukum, media, dan masyarakat sipil untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya laten narkotika yang terus mengintai.

(]Dodi Rikardo | GeberNews.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini