

GeberNews.com | Medan — Ketua Umum (Ketum) TKN Kompas Nusantara sekaligus Ketum Pagar UNRI Prabowo–Gibran untuk Negara Republik Indonesia, Adi Warman Lubis, memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pomal Belawan yang dinilai berhasil menangkap sejumlah pelaku begal yang selama ini sangat meresahkan masyarakat di kawasan Belawan.

“Sebagai kontrol sosial, kita sangat mengacungkan jempol terhadap Pomal Belawan yang telah mengamankan para begal yang meresahkan masyarakat di Belawan. Ini langkah nyata yang patut diapresiasi,” tegas Adi Warman Lubis saat menyampaikan pernyataannya pada Senin, 27 April 2026, di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) TKN Kompas Nusantara, Jalan Prof. H.M. Yamin, S.H No. 202 Medan.

Ia berharap, ke depan penindakan tidak hanya berhenti pada pelaku begal semata, tetapi juga menyasar para pelaku kejahatan lain, khususnya pengedar narkoba seperti sabu-sabu dan sejenisnya yang dinilai menjadi akar berbagai persoalan kriminal di tengah masyarakat.
“Semoga ke depannya bukan hanya pelaku begal, tetapi juga pengedar barang haram seperti sabu dan lainnya bisa diringkus habis agar masyarakat merasa aman, nyaman, dan kondisi tetap kondusif, khususnya di Belawan,” lanjutnya.
Adi juga menegaskan bahwa kehadiran aparat seperti Pomal Belawan harus terus menjadi garda terdepan dalam menciptakan rasa aman.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tugas utama menjaga keamanan tetap berada di tangan institusi kepolisian.
“Walaupun ini sebenarnya tugas dan tanggung jawab utama kepolisian, kita tidak boleh tinggal diam ketika masyarakat terusik. Kita harus peduli dan berbuat untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia pun mendorong agar kepolisian, khususnya Polres KP3 Belawan, lebih aktif, serius, dan konsisten dalam memberantas berbagai penyakit masyarakat lainnya.
“Kita berharap kepolisian tidak tinggal diam, harus lebih gigit, lebih giat, dan serius dalam menangani berbagai penyakit masyarakat. Jangan biarkan masyarakat merasa tidak aman dan terusik,” tegasnya.
Menurutnya, menciptakan rasa aman dan memberikan pelayanan kepada masyarakat bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh elemen, termasuk tokoh agama, pemuda, dan masyarakat itu sendiri.
“Peran serta semua pihak sangat penting. Tokoh ulama, pemuda, dan masyarakat harus lebih peka serta sadar akan pentingnya kebersamaan dalam menjaga keamanan lingkungan,” pungkasnya.
(Fuad Helmy)








