Medan | GeberNews.com — Ketua Umum (Ketum) TKN Kompas Nusantara sekaligus Ketum Pagar Unri Prabowo-Gibran untuk Negara Republik Indonesia, Adi Warman Lubis, menyampaikan pernyataan tegas: perang terhadap narkoba, judi, geng motor, begal, dan penyakit masyarakat lainnya harus dilakukan habis-habisan — tanpa kompromi dan tanpa ampun!
Dalam keterangan tertulisnya, Adi Warman menegaskan bahwa narkoba dan judi online adalah dua musuh besar yang sedang menghancurkan masa depan bangsa. Ia menyebut bahwa kejahatan ini bukan lagi isu biasa, melainkan ancaman nasional yang membutuhkan aksi luar biasa dari Polri, TNI, dan BNN.
“Narkoba dan judi online adalah dua musuh besar bangsa ini. Mereka merusak generasi muda secara sistematis dan terstruktur. Negara harus hadir dengan tindakan tegas, bukan hanya wacana. Kami berdiri bersama TNI, Polri, dan BNN,” tegas Adi Warman.
Ia pun menyerukan agar masyarakat tidak tinggal diam. Menurutnya, membiarkan kejahatan berkembang sama dengan menghancurkan masa depan bangsa sendiri.
“Kalau kita diam dan membiarkan narkoba serta judol merajalela, itu artinya kita sedang menghancurkan masa depan anak-anak kita sendiri. Ini bukan soal politik — ini soal moral dan kelangsungan bangsa.”
Lebih jauh, Adi Warman menyatakan bahwa TKN dan Pagar Unri siap terjun langsung ke lapangan, mendukung penyuluhan dan pencegahan bagi generasi muda. Ia menilai pendidikan moral dan hukum harus dimulai sejak dini, agar anak-anak tidak mudah terjerumus.
“Kami akan kerahkan relawan kami di seluruh Indonesia. Ini perang yang tidak bisa ditunda. Setiap detik yang kita tunda, mungkin satu anak bangsa sedang kehilangan masa depannya.”
Adi Warman juga menyampaikan peringatan keras kepada oknum aparat atau pejabat yang bermain mata dengan jaringan kejahatan.
“Jangan beri ruang bagi oknum yang terlibat dengan bandar narkoba atau pemilik situs judi. Rakyat akan terus mengawasi. Kami akan berdiri paling depan membela aparat yang lurus, dan paling keras mengkritik yang curang.”
Ia pun mendorong masyarakat untuk berani melapor jika melihat indikasi keterlibatan aparat atau pejabat. Diam, katanya, adalah bentuk pengkhianatan terhadap masa depan.
Menutup pernyataannya, Adi Warman menyerukan kebangkitan nasional: bangkit atau binasa.
“Bangkit atau binasa. Kita tidak punya waktu untuk ragu. Ini adalah perjuangan hidup-mati bagi generasi mendatang. Dukung aparat yang benar, dan lawan yang berkhianat!”
(Dodi Rikardo | GeberNews.com)








