Pelajar Langkat Antusias Ikuti Pelatihan Membuat Tanjak: Disbudpar Galakkan Pelestarian Budaya Lewat Museum

0
335

Langkat | GeberNews.com — Semangat melestarikan budaya Melayu terus digelorakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Langkat. Salah satu langkah konkritnya adalah melalui pelatihan Belajar Bersama Membuat Tanjak yang diadakan di Museum Daerah Kabupaten Langkat, Gedung Kerapatan Kesultanan Langkat. Kegiatan yang dimulai pada Selasa, 6 Mei 2025 ini menyasar pelajar tingkat SLTA sederajat dan akan berlangsung dalam empat sesi pertemuan.

Ketua Panitia, Hemat Simbolon, S.Sos., menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan tanjak — simbol kehormatan dalam budaya Melayu — secara langsung kepada generasi muda. “Tanjak bukan sekadar penutup kepala, tapi bagian dari warisan budaya yang sarat nilai-nilai luhur dan filosofi kehidupan,” jelasnya.

Selain mengasah keterampilan peserta dalam membuat tanjak, pelatihan ini juga dimaksudkan untuk menjadikan museum sebagai pusat edukasi yang hidup dan menarik, terutama bagi pelajar yang selama ini mungkin belum akrab dengan institusi kebudayaan tersebut.

Kegiatan ini mengacu pada sejumlah dasar hukum, seperti UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, dan PP No. 66 Tahun 2015 tentang Museum. Pelaksanaan program didukung oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tahun Anggaran 2025 berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 130/P/2025.

Pelatihan menghadirkan Hj. Asbah Rosidah Yusra, tokoh pemerhati budaya Melayu yang telah lama berkecimpung dalam pelestarian tradisi. Dengan metode interaktif, peserta diajak memahami filosofi tanjak sekaligus mempraktikkan proses pembuatannya secara langsung.

Kepala Disbudpar Langkat, Maartina, SH., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya memperkenalkan budaya lokal sejak usia muda. “Tanjak adalah identitas budaya Melayu yang harus kita jaga. Kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya sendiri,” ujar Maartina.

Ia juga menyoroti potensi ekonomi dari pelatihan ini, terutama dalam pengembangan kerajinan tangan berbasis budaya yang bisa menjadi peluang usaha di masa depan.

Disbudpar Langkat berharap kegiatan seperti ini dapat dijadikan program berkelanjutan dan menginspirasi kabupaten/kota lain untuk mengemas pelestarian budaya dalam bentuk yang edukatif dan menarik bagi generasi muda.

Dodi Suara Prananta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini