PISN Ultimatum: Konser LGBT di Medan Harus Dibatalkan, Siap Turun Bubarkan!

0
152

Medan | PancaPena.com — Rencana digelarnya konser yang melibatkan komunitas LGBT di Hotel Santika Medan pada 31 Juli 2025 memicu gelombang penolakan keras dari organisasi kemasyarakatan Islam. Persatuan Islam Sumatera Nasional (PISN) menyatakan sikap tegas: jika konser itu tidak dibatalkan, mereka siap turun langsung membubarkan acara secara paksa.

Ketua DPW PISN Sumut, Amrin NST, menyebut konser LGBT tersebut sebagai bentuk provokasi terbuka terhadap nilai-nilai agama dan budaya bangsa. Ia menegaskan bahwa konser semacam itu adalah ancaman nyata terhadap moral masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami tidak akan biarkan panggung maksiat berdiri di bumi Melayu Deli. Kalau pemerintah dan aparat tidak bertindak, kami umat Islam akan bertindak!” tegas Amrin saat konferensi pers di Jalan Gurila, Medan, Jumat (25/7/2025).

LGBT Bukan Budaya Kita! PISN Desak Pemerintah Jangan Bungkam

Senada, Ketua DPP PISN Kota Medan, H. Pimpin Putra Lubis, menyebut keberadaan LGBT bukan hanya bertentangan dengan Islam, tetapi juga dengan seluruh ajaran agama yang diakui di Indonesia.

“Kami menolak bukan karena benci individu, tapi karena ajaran agama memerintahkan kami menolak penyimpangan. Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu pun menolak praktik ini. Jadi ini bukan isu sektoral, ini pertarungan moral bangsa,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu untuk memimpin aksi massa demi menjaga kehormatan agama dan moral masyarakat.

“Jika negara gagal hadir, umat Islam akan turun. Kami siap hadapi risiko apapun demi menjaga marwah agama,” ujarnya lantang.

Ayat Suci Jadi Dasar: Kaum Nabi Luth Dihancurkan karena LGBT

PISN merujuk pada dalil-dalil Al-Qur’an sebagai pijakan penolakan terhadap segala bentuk promosi dan normalisasi perilaku LGBT. Dua ayat dalam Surah Al-A’raf menjadi dasar utama mereka:

“Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat sebelum kamu?”
(QS. Al-A’raf: 80)

“Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu kepada mereka, bukan kepada wanita.”
(QS. Al-A’raf: 81)

Bagi PISN, membiarkan konser ini berlangsung sama saja membuka gerbang kehancuran moral dan sosial yang lebih luas.

Ormas Islam Bersatu, Siap Lawan Perusakan Moral di Tanah Melayu

PISN menyatakan bahwa mereka tidak sendirian. Sejumlah ormas Islam di Medan sudah menyatakan kesiapan untuk bersatu dalam aksi pembubaran jika konser tetap digelar. Seruan juga dilayangkan kepada seluruh umat Islam agar tidak diam menghadapi infiltrasi budaya LGBT di ruang publik.

“Ini bukan hanya konser. Ini adalah ujian iman dan nyali kita sebagai umat Islam. Kalau kita diam, besok mereka akan masuk ke sekolah, ke rumah, ke anak-anak kita. Kami tidak akan biarkan!” ujar Pimpin Putra.

Tuntutan Tegas kepada Pemko Medan dan Aparat Kepolisian

PISN mendesak Pemerintah Kota Medan dan aparat kepolisian untuk tidak tinggal diam dan segera mencabut izin konser tersebut. Mereka memperingatkan bahwa jika acara tetap digelar, maka aksi massa akan sulit dibendung.

“Kami tidak anti hiburan. Tapi jika hiburan jadi kendaraan maksiat, kami akan lawan! Negara jangan jadi penonton saat moral bangsa dirusak di depan mata,” pungkas Amrin.

(Dodi Rikardo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini